Top Social

Learn Love Life

Image Slider

Tidak Ada Lagi Momentum yang Terlewatkan dengan Nokia 2

Saturday, March 3, 2018

Sekitar tahun 2009 saat awal mula smartphone mulai dikenal oleh publik, saya berkata kepada sahabat saya: “Aku tidak mau beli smartphone!”.

Ditanya balik alasan yang mendasari pernyataan tersebut, saya menjawab bahwa saya sudah merasa cukup dengan telepon genggam yang sudah menemani sepanjang tujuh tahun lamanya. Cukup SMS dan telepon. No kamera, no internet, no problem!

Pada 2012 yaitu tiga tahun berlalu sejak saya mengeluarkan pernyataan tersebut, smartphone makin menjadi gadget wajib. Hampir semua orang yang “melek” teknologi mempunyainya. Bagaimana dengan saya?

Nokia 3315 HP lama pemberian Ibu, sekarang berada di rumah Jogja (Foto diambil dari sini)
Tahun itu saya masih disibukkan dengan aktivitas di bangku kuliah. Pada suatu sore selepas mengerjakan tugas di kampus, saya memperhatikan sahabat saya itu sedang sibuk mencari “colokan” charger untuk smartphone miliknya. Seketika saya berujar padanya, mengulang pernyataan yang sama: “Aku tidak mau beli smartphone!”.

“Apa-apaan sih ini anak” guratan ekspresi di wajahnya menyiratkan pertanyaan tersebut. Kali itu saya menjawab bahwa smartphone baterainya cepat habis. Sering saya melihat pemakai smartphone “direpotkan” dengan aktifitas harus mengisi baterai. Asyik sih, kita bisa memasang banyak aplikasi dan menikmatinya. Tetapi keasyikan tersebut harus terhenti saat baterai habis. Belum lagi jika handphone mati disaat yang genting. Justru jadi menyusahkan kan?

Tidak lama berselang, saya harus dihadapkan pada kondisi yang membuat saya memakan kata-kata sendiri.......

Handphone saya rusak! Alamak.....kesetiaan terhadap telepon genggam jadul tersebut harus berakhir. Akhirnya saya takluk juga dengan godaan dari sahabat saya untuk membeli smartphone. Saat itu tidak hanya media sosial yang ramai digunakan, tetapi juga aplikasi yang mengakomodasi group chat pun bermunculan satu per satu. Tidak hanya ketinggalan informasi, tetapi bisa kehilangan peluang-peluang yang ada.

When you realize your favourite phone is broken (Foto dari sini)
Seiring dengan pengalaman memakai smartphone dan perkembangan teknologi informasi, saya menemukan sisi lain dari smartphone yaitu investasi. Tidak seperti investasi dalam bentuk barang yang dapat dijual kembali, tetapi dari segi “Apa yang bisa kita dapatkan dari memakai smartphone?”.    

Saya menyadari bahwa aktivitas yang tampak biasa seperti bermedia sosial, chatting, mengambil foto, mengunggah status, mengunggah video, dan berselancar di dunia maya dapat memberikan banyak hal positif. Apalagi setelah saya menekuni dunia blog. Terasa benar bahwa smartphone bukan hanya sekedar sebuah kotak kecil yang menghubungkan kita dengan orang lain. Wawasan, pengetahuan, dan keterampilan dapat berkembang melalui aktivitas lewat smartphone. Apa yang kita dapatkan bergantung pada apa saja yang kita lakukan dengan gadget tersebut. 

Blogging = share, educate, connect, and self-actualize
Foto dari sini
Dengan kotak kecil tersebut kita bisa menyuarakan diri kita pada dunia. Tidak sedikit pula yang menemukan, menekuni, dan mengembangkan passion bermula dari sana. Bahkan semakin banyak yang mengembangkan profesi dan mendapatkan penghasilan lewat smartphone.

Hubungan antara saya dan smartphone tidak selalu mulus. Kata-kata yang pernah saya ucapkan ternyata saya jumpai juga “tuah”nya. Tuah apa itu?

Sejak memakai smartphone saya justru lebih sering berganti handphone. Terhitung saya sudah tiga kali berganti handphone dalam kurun waktu enam tahun. Bandingkan dengan satu handphone jadul yang bisa bertahan selama delapan tahun lebih.

Masalahnya sama, yaitu baterai! Awalnya hanya butuh satu kali pengisian sehari. Lama-lama sehari dua kali, tiga kali, empat kali, kemudian menjadi berkali-kali hingga tak terhitung. Bahkan pernah salah satu smartphone saya hanya bisa hidup saat dihubungkan dengan charger!

Baterai kritis di saat yang tidak tepat (Foto dari sini)
Kekesalan saya tidak berhenti sampai di situ. Ketika baterai sudah bermasalah, baterai cepat sekali habis dan tiba-tiba mati sendiri. Sebagai seorang yang beraspirasi untuk menjadi blogger, tentu hal ini sangat mengganggu. Karena ide menulis atau kesempatan menangkap momen untuk diabadikan ke dalam sebuah foto, bisa datang tiba-tiba juga. Tanpa terduga! Kala momentum untuk menangkap ide atau foto itu muncul, tetapi baterai “sekarat” itu seperti bahagia melihat daging rendang di piring kita, setelah digigit ternyata lengkuas. Rasanya kesal tapi apa daya harus bersabar mencari rendang lainnya alias momentum berikutnya.

Jangan ada lengkuas diantara kita (Foto dari sini)
Pernah suatu kali saat jalan-jalan ke Bandung, sudah membayangkan akan mendapatkan foto-foto bagus untuk melengkapi artikel di blog. Harapan saya hampir saja tidak terwujud karena masalah baterai. Beruntung masih ada handphone Pak Suami yang bisa dipinjam. Meski masih bisa mengambil foto, sampai sekarang rasanya masih sangat menyayangkan. Karena banyak sekali momen yang mungkin hanya once in a lifetime tidak berhasil tertangkap kamera. Momen yang terjadi sepersekian detik yang tidak dapat diulang kembali.

Belajar dari pengalaman tersebut, standard yang saya patok ketika akan membeli handphone baru berikutnya tidaklah muluk-muluk. Prioritas utama adalah keawetan baterai, kemudian kinerja Android mumpuni dan kamera yang bagus. Ternyata menemukan smartphone dengan spesifikasi demikian cukup sulit. Karena handphone berbasis Android tentu memiliki sekian banyak proses kerja yang memakan daya yang besar.

Oleh karena itu, saat mendengar kemunculan Nokia 2 yang menawarkan keunggulan berupa ketahanan baterai, saya merasa penasaran dan excited. Karena tak tanggung-tanggung: baterainya mampu bertahan hingga 2 hari! Mupeng? Banget!

Baterai tahan lama, gambar tajam, dan berbasis Android mumpuni
(Foto dari sini)
Meski tahan dipakai hingga 2 hari dengan hanya sekali pengisian baterai, bukan berarti dengan menggunakan Nokia 2 lantas penggunanya kembali seperti memakaipra-smartphone”. Kita tetap bisa mendapatkan tampilan layar LCD LTPS yang tajam, responsif, dan terang, serta sistem berbasis AndroidTM Nougat 7.1.1 OS yang mumpuni, aman, dan terkini. Pengguna tetap dimanjakan dengan kualitas gambar dan teknologi AndroidTM terdepan. Bedanya, kualitas dan kinerja optimal tersebut bekerja dengan lebih sedikit daya.

Sistem yang membuat kinerja Nokia 2 tidak memakan banyak daya
(Foto dari sini)
Bagaimana bisa? Nokia 2 yang memakai baterai 4100 mAh ini menggunakan sistem prosesor quad-core Qualcom® SnapdragonTM yang memungkinkan penghematan daya terjadi.

Hanya dari bahan premium yang membuat Nokia 2 awet
(Foto dari sini)
Kualitas premium lainnya yang didapatkan adalah body dari Nokia 2 dibuat dari perpaduan aluminium, Corning® Gorilla® Glass, dan polikarbonat. Kenapa perpaduan bahan tersebut disebut premium? Tidak lain tidak bukan karena daya tahan tinggi yang dihasilkan.

Kamera belakang 8 MP  dan depan 5 MP
(Foto dari sini)
Kelebihan-kelebihan Nokia 2 tersebut juga dilengkapi dengan kamera belakang 8 MP yang autofocus dan kamera depan 5 MP. Berdasar pengalaman selama ini, kamera dengan spesifikasi tersebut sudah adekuat untuk mendapatkan hasil foto yang cukup bagus.

Dengan kelebihan-kelebihan tersebut rasanya kita tidak perlu khawatir lagi. Pastikan mengisi baterai dengan benar maka kita bisa leluasa melakukan hal-hal penting atau yang menunjang minat kita. Tidak ada lagi momen foto yang terlewatkan, tidak ada lagi ide yang tertunda untuk dituangkan, dan tidak ada lagi hasil karya yang terlambat untuk disebarluaskan. Kita bisa lakukan lebih banyak hal dengan Nokia 2 tanpa khawatir!

Mencari Pernak-Pernik Pesta, Hari Raya, Sekolah, Hingga Wallpaper untuk Homedecor di Pasar Asemka

Friday, February 23, 2018

Tidak jauh dari Stasiun Jakarta Kota, terletak sebuah kawasan pasar yang dikenal dengan nama Pasar Asemka. Jika sobat sedang traveling ke dekat daerah tersebut dan sedang ingin mencari berbagai pernak-pernik dengan harga murah, maka bisa mampir ke sini. Aksesnya mudah dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari stasiun.

Apa itu Pasar Asemka?

Kios-kios di Bawah Jembatan
Pasar Asemka adalah pasar grosir yang menawarkan berbagai macam pernak-pernik pesta, hari raya, dan souvenir. Beraneka macam mainan anak, peralatan sekolah, kaos kaki, hiasan rambut, dan hiasan rumah juga tersedia di sini. Banyak pembeli yang khusus berbelanja di Pasar Asemka untuk dijual kembali. Harga barang di Pasar Asemka memang lebih murah, terutama jika membeli dalam jumlah banyak maka akan mendapat harga khusus. Bahkan membeli dalam jumlah setengah lusin (6 buah) pun terkadang sudah diberi potongan oleh beberapa penjual.

Tersedia Peralatan Sekolah, Mainan Anak, dan  Berbagai Pernak-Pernik
Tidak semua pembeli datang dengan maksud menjual kembali. Banyak juga yang datang karena hendak menyelenggarakan pesta atau menyambut hari raya. Mereka datang untuk membeli segala pernak-pernik mulai dari perlengkapan pesta ulang tahun hingga souvenir pernikahan. Alasan para pembeli biasanya karena bisa mendapatkan barang yang cukup berkualitas tetapi dengan harga miring. “Saya mencari balon-balon karakter yang tebal dan tidak mudah meletus. Kalau selain di Asemka, kenanya lebih mahal” tutur seorang ibu yang khusus datang dari Tangerang untuk membeli perlengkapan pesta ulang tahun.

Hiasan Rumah untuk Pecinta Homedecor

Pasar Asemka juga bisa menjadi surga bagi para pecinta homedecor. Saat ini sedang marak penggunaan wallpaper yang disesuaikan dengan tema dekorasi rumah yang ingin diusung. Pecinta homedecor bisa berburu wallpaper sticker dengan harga Rp. 60.000,00 – Rp 70.000,00/gulungan jika membeli satuan. Berbagai macam motif wallpaper sticker tersedia di sini. Mulai dari motif karakter, shabby chic, minimalis, vintage, dsb.
Wallpaper Sticker

Motif Shabby Chic

Motif Garis, Minimalis, dan Klasik

Menurut penjelasan beberapa penjual, wallpaper sticker yang masuk di Pasar Asemka adalah barang import. Terdapat beberapa merk. Pembeli harus jeli juga untuk mengetahui kualitas pelekatan lem, tekstur, dan warna. Para penjual juga sering melayani penjualan dari luar kota atau luar Pulau Jawa. Selain toko fisik, beberapa penjual juga memiliki toko online untuk melayani konsumen yang tidak sempat datang langsung.

Fasilitas dan Tempat Makan

Jika kita ingin berbelanja, tidak sulit untuk menemukan lokasi para penjual. Toko-toko berderet sepanjang jalan di Asemka, tetapi banyak juga penjual kaki lima dan penjual yang berjualan di kios-kios yang berada persis di bawah jembatan layang. Beberapa toko menyediakan fasilitas tempat sholat. Jadi pembeli tidak kesulitan untuk mencari masjid atau mushola jika sudah memasuki waktu sholat.  

Kita juga bisa mencari barang di gedung Asemka 3 dan Asemka 5. Selain bisa berbelanja, di kedua gedung tersebut terdapat fasilitas ATM jika kita perlu transfer atau menarik uang.
Banyak Penjual Minuman dan Makanan
Tidak ada foodcourt khusus layaknya di mall atau pusat perbelanjaan besar lainnya. Meski demikian, kita dengan mudah dapat menemukan penjual atau warung makanan di sini. Ada penjual nasi rames, soto mie, bakso, dan masakan Padang. Warung masakan Padang yang dikelola seorang pria paruh baya yang biasa disapa Uda ini termasuk yang ramai dikunjungi. Cita rasa Padangnya kental terasa dengan harga yang bersahabat.

Jangan lewatkan kesempatan untuk berkeliling ke Pasar Asemka, jika sobat sedang berburu barang-barang tersebut atau sekedar ingin berwisata dan cuci mata


Hamparan Bunga Matahari di Taman Dewari

Wednesday, February 21, 2018
Maraknya media sosial ternyata memiliki dampak pada dunia wisata dan kegiatan travel (jalan-jalan). Suatu tempat dapat menjadi magnet bagi pengunjung jika memiliki keindahan atau keunikan yang dianggap instagramable. Tak hanya pengunjung yang gemar swafoto (selfie) yang terfasilitasi, tetapi juga para pecinta fotografi ikut dimanjakan dengan spot-spot yang sayang jika tidak diabadikan lewat lensa kamera mereka. Hal ini juga lah yang memantik ide dari suami istri Beta Zanial Amirin dan Pramudita Tungga Dewi.

Berawal dari hobi berburu foto ketika sedang libur, pasangan ini kemudian memutuskan untuk membuat sebuah tempat kepunyaan mereka sendiri yang bisa dijadikan lokasi foto yang menarik. Dengan bahu-membahu dan saling support akhirnya lahirlah TamanDewari. Berlokasi di Desa Baturono, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Taman Dewari merupakan hamparan ladang bunga matahari yang indah. Bunga matahari dipilih karena kecantikan dan batangnya yang kokoh, sehingga diharapkan mampu bertahan dalam jangka waktu lama. Kelebihan lain dari bunga ini juga dapat tumbuh setinggi orang dewasa.

Ladang Bunga Matahari
(Foto oleh Beta Zanial Amirin)
Tak ingin keindahan ladang tersebut dinikmati sendiri, Taman Dewari dibuka untuk masyarakat luas. Bukan hanya sebagai tempat untuk berfoto saja, taman ini diharapkan juga dapat menjadi tempat refreshing bagi yang berkunjung ke sana. “Kami berharap dengan adanya Taman Dewari maka semakin bertambah destinasi wisata di Jawa Tengah dengan biaya yang sangat terjangkau” ungkap ibu muda yang akrab disapa Dita ini. Harga tiket masuk yang dikenakan memang tidak mahal hanya seharga Rp 5.000,00 dengan biaya parkir sebesar Rp 2.000,00.

Pemilihan lokasi di Desa Baturono sendiri juga bukan tanpa alasan. Besar di Desa Baturono yang memiliki sumber daya alam yang asri, Beta ingin ikut berkontribusi meningkatkan perekonomian warga sekitar. Sejak awal perintisan Taman Dewari pada Oktober 2017, semua yang dilibatkan dalam penggarapannya adalah penduduk Desa Baturono.

Merintis dari Awal
(Foto oleh Beta Zanial Amirin)

Foto-foto berlatar belakang Taman Dewari sudah banyak mengisi feeds sosial media. Antusiasme yang besar juga tampak dari jumlah pengunjung yang datang setiap harinya ke Taman Dewari. Bahkan ada yang rela menempuh perjalanan panjang dari luar kota demi memenuhi rasa penasaran akan keindahan taman ini. Beta dan Dita sangat bersyukur atas respon positif dari masyarakat, tetapi mereka tidak ingin cepat puas di titik tersebut. Mereka berharap Taman Dewari bisa semakin berkembang.
Kini Menjadi Tempat yang Instagramable
(Foto oleh Beta Zanial Amirin)
“Rencana jangka panjang tentu ada. Kami ingin mengoptimalkan potensi sumber saya alam Desa Baturono dengan lebih optimal. Caranya antara lain dengan memperluas area taman dan menambah ladang bunga. Ladangnya tidak hanya ladang bunga matahari, kami berencana untuk membuat ladang-ladang baru dengan jenis bunga berbeda” tukas pasangan ini saat ditanya tentang rencana Taman Dewari ke depan.

Berbunga....Merekah....dan Terus Berkembang
(Foto oleh Beta Zanial Amirin)
Penambahan fasilitas yang dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung pun sudah dipikirkan. “Fasilitas yang direncanakan akan ditambah antara lain mushola, toilet, lahan parkir yang memadai, dan area kuliner” jelas Dita yang juga menekuni usaha di bidang kuliner bernama Risol Famire. Rencana pengembangan ini pun tidak berdasar menambah keuntungan pribadi saja, tetapi kesejahteraan masyarakat sekitar.  

“Jika pengembangan Taman Dewari bisa optimal, kami berharap bisa menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kesejahteraan warga sekitar” jelas keduanya.

"Ikutlah Menjagaku"
(Foto oleh Beta Zanial Amirin)
Pasangan ini pun berpesan agar para pengunjung yang berwisata ke Taman Dewari ikut menjaga kebersihan area taman dan lingkungan sekitar. Pengunjung sangat dihimbau untuk juga menjaga tanaman dengan berhati-hati saat melintas atau berfoto diantara tanaman.

Philips AVENT 4-in-1 Healthy Baby Food Maker untuk Menjaga Kualitas Nutrisi MPASI

Saturday, February 17, 2018
Setelah melalui masa pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, perhatian ibu kemudian beralih ke masa yang tidak kalah pentingnya yaitu pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI). Masa pemberian MPASI termasuk ke dalam periode signifikan yang biasa disebut dengan 1000 Hari Pertama Kehidupan. Periode ini begitu penting karena berdampak pada pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan anak hingga mereka dewasa.

Siap Makan MPASI

Masa ini memiliki tantangan tersendiri, tidak heran para ibu mempersiapkan diri secara khusus sebelum “terjun” ke dunia MPASI. Anak mengalami masa adaptasi karena menjumpai pengalaman-pengalaman baru mengenal makanan padat dan belajar makan. Reaksinya bisa bermacam-macam: senang, lahap, minta tambah, penasaran, menggeleng, tutup mulut, dll. Hal ini bisa kita antisipasi dengan mencari atau mengkreasikan menu MPASI yang lezat dan menarik bagi anak.

Reaksi saat Kakak pertma kali makan: "Apa ini ya?"
Tantangan berikutnya adalah memenuhi nutrisi yang dibutuhkan anak lewat makanan yang disantapnya. Mengingat krusialnya pemenuhan nutrisi di periode emas ini, saya mengacu pada Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (bisa diunduh di sini). Beberapa prinsip yang saya coba praktikkan berdasar rekomendasi tersebut antara lain:
  • Pemilihan bahan makanan. Rekomendasi IDAI telah disusun berdasarkan data faktual di lapangan mengenai kebutuhan nutrisi anak Indonesia. Berdasar rekomendasi tersebut kita mengetahui nutrisi yang dibutuhkan dan berasal dari bahan makanan segar apa saja yang bisa kita temui sehari-hari.
    Nutrisi yang sudah tidak disupply oleh ASI saat anak menginjak 6 bulan:
    anak Indonesia banyak yang mengalami kekurangan zat besi
  • Menu “lokal” Indonesia. Salah satu tujuan dari pemberian MPASI adalah anak dapat menikmati menu sehat yang disajikan di meja makan keluarga. Beda keluarga tentu beda kebiasaan dan kesukaan. Karena keluarga kami “lidahnya” Indonesia sekali, menu yang akrab di rumah adalah menu khas Indonesia.
  • Pengolahan makanan secara sehat. Untuk mendapatkan makanan yang sehat, kita tidak hanya perlu memilih bahan makanan yang mengandung nutrisi kemudian mencucinya secara bersih. Cara pengolahan makanan juga menentukan nutrisi yang terkandung di dalam makanan tetap terjaga. Misalnya merebus yang kurang matang menyebabkan bakteri berbahaya tetap hidup, sedangkan merebus terlalu lama menyebabkan nutrisi yang terkandung justru hilang.
Mengolah makanan memang tricky, apalagi untuk ibu yang baru belajar memasak. Kita bisa mengantisipasi dengan menggunakan peralatan yang tepat seperti produk-produk dari PhilipsAVENT. Selama 34 tahun Philips AVENT menemani ibu di seluruh dunia dalam menjalani tiap fase mengasuh anak dengan inovasi-inovasinya. Philips AVENT selalu berevolusi agar bisa menjadi solusi terbaik untuk konsumennya. Philips AVENT selalu melakukan diskusi dengan para pakar serta mendengarkan suara dari konsumen untuk menciptakan produk terbaik. Termasuk produk yang menjamin nutrisi dan kesehatan anak. Tahu banget ya dengan kegalauan ibu-ibu masa kini, memang AVENT Sahabat Bunda.

Salah satu produk yang menjadi wishlist saya sedari lama adalah Philips AVENT 4-in-1 Healthy Baby Food Maker. Selain multifungsi (mengukus, memblender, menghilangkan beku, dan memanaskan makanan), food maker ini memiliki teknologi agar makanan dimasak dengan sehat. Kita tidak perlu khawatir makanan tidak matang atau terlalu lama dimasak, karena sudah disetting untuk mengukus makanan menjadi matang merata dengan sirkulasi uapnya dari bawah ke atas. Bagi saya ini penting sekali, karena bisa memastikan anak-anak menerima asupan yang semestinya terkandung dalam makanan.
Philips AVENT 4-in-1 Healthy Baby Food Maker
Foto diambil dari sini
Produk ini juga praktis, bisa mengukus dan memblender dalam satu tabung. Tidak perlu berganti-ganti sehingga efisien dalam mencucinya. Tekstur makanan yang diinginkan juga bisa diatur, dari yang lembut sampai kasar. Kita bisa menyesuaikan dengan minat dan perkembangan anak.

Tinggal dibalik saja saat berganti mode dari "mengukus" ke "memblender"
Foto diambil dari sini
Harga dari produk Philips AVENT memang termasuk tinggi, selaras dengan kualitasnya. Review dan respon dari konsumen pun membuktikannya. Banyak yang rela menabung demi mendapatkan produk-produk terbaik tersebut. Worth it!

Philips AVENT mengetahui benar isi hati  para ibu yang berbunga saat bertemu promosi dan diskon. Philips AVENT sering memberikan kejutan promo sehingga produk-produknya bisa lekas sampai ke tangan ibu Indonesia. Seperti promo ini:

Foto dari sini
Ketinggalan? Saya pun iya! Tidak perlu berlama-lama bersedih hati. Tetap menabung, siapa tahu mendapatkan kejutan promo berikutnya dari Philips AVENT.

Sambil menunggu waktu shoping tiba, yuk bekali diri dengan pengetahuan dan menu MPASI di forum The Urban Mama!

Taman Pintar: Wisata Edukatif untuk Keluarga

Friday, February 16, 2018
Sudah sejak lama Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu tempat wajib untuk dikunjungi bagi pecinta kegiatan travel. Daerah ini tersohor dengan wisata alam, budaya, kuliner, dan tempat-tempat unik.  Termasuk wisata sedang trend saat ini, yaitu tempat foto yang instagramable. Tetapi tidak hanya itu, kota ini juga menawarkan tempat wisata yang edukatif untuk keluarga yang masih memiliki anak kecil hingga remaja. Salah satunya adalah Taman Pintar.

Taman Pintar terletak dekat dengan salah satu pusat keramaian Kota Yogyakarta yaitu Malioboro. Aksesnya mudah, bahkan bisa ditempuh dengan berjalan kaki jika dari Malioboro. Selain itu, Taman Pintar bersampingan dengan pusat jual beli buku yang oleh warga Yogyakarta kerap disebut dengan shoping. Jika keluarga Anda adalah pecinta buku, maka bisa berburu buku setelah dari Taman Pintar.

Harga tiket di Taman Pintar bervariasi mulai dari Rp 4.000,00-Rp 40.000,00. Tiket bisa dibeli di tempat atau secara online. Sebaiknya sebelum membeli tiket, sudah menannyakan kepada anak-anak terlebih dahulu wahana-wahana yang mereka ingin kunjungi. Karena sebagian besar tiket dibeli di loket utama dan antriannya cukup padat di saat liburan.

Apa saja wahana yang menarik di Taman Pintar?

Gedung Kotak dan Gedung Oval

Gedung Kotak
Gedung Oval
Kedua gedung ini terhubung di salah satu lantai kedua gedung ini. Selama berkeliling di dalam gedung kita akan bertemu dengan berbagai macam replika, miniatur tempat, peragaan budaya, dan peragaan ilmiah. Saat masuk, kita disambut dengan akuarium berisi berbagai jenis ikan. Setelah itu replika jaman prasejarah menyambut para pengunjung lengkap dengan tiruan dinosaurusnya.
Replika Zaman Prasejarah
Lukisan Ilmuwan yang Melakukan Penemuan Besar di Dunia Sains
Lukisan 3D
Peragaan ilmiah dari ilmu Fisika dan Kimia pun dapat kita jumpai. Tidak perlu khawatir, akan ada petugas yang menjelaskan prinsip-prinsip kerja dari peragaan ilmiah tersebut dan contoh-contohnya di kehidupan sehari-hari. Sangat menyenangkan, karena kita juga bis aikut memperagakan langsung. Tidak sama rasanya dengan membaca rumus-rumus di buku. Ada juga peragaan “Rumah Gempa”, miniatur pembangkit listrik, pengolahan susu sapi, miniatur Candi Borobudur, dan bermain gamelan. Anak-anak juga bisa praktik langsung di Laboratorium Sains dan berperan sebagai penyiar televisi.

Bermain Gamelan

Kampung Kerajinan

Melukis Kaos
Didampingi oleh beberapa instruktur, anak-anak dapat belajar membuat gerabah, melukis gerabah, dan melukis kaos. Setelah selesai (kering), anak-anak dapat membawanya pulang kembali. Selain merupakan kegiatan yang digemari anak, membuat gerabah dan melukis dapat merangsang perkembangan motorik halus anak. Jangan memakai baju yang Anda sayangi jika tertarik untuk melukis, karena cat yang digunakan untuk melukis tidak dapat hilang saat menempel di baju. Meski disediakan celemek, tetapi larut dalam kegiatan melukis dapat membuat anak maupun orang dewasa tidak sadar bahwa bajunya sudah terkena cat.

Mencanting
Di Kampung Kerajinan juga terdapat kesempatan untuk membatik. Pengunjung disediakan secarik kain untuk membatik dan diajari untuk “mencanting” atau membuat gambar dengan malam (lilin yang dilelehkan). Gambar hasil mencanting tersebut merupakan pola dasar yang akan diwarnai dalam membuat batik. Setelah siap untuk diwarnai, pengunjung dipersilakan untuk memberi warna yang dibuat secara alami khas batik. Selesai diwarnai, kain tersebut dijemur sampai kering untuk kemudian dapat dibawa pulang. Kegiatan membuat gambar dengan canting hanya diperbolehkan untuk anak minimal usia delapan tahun karena malam masih sangat panas dan diletakkan di atas tungku yang masih menyala. Anak di bawah usia tersebut dapat ikut mewarnai.

Mewarnai Pola yang Sudah Dibatik

Planetarium

Gedung Planetarium dan Gedung PAUD yang bersebelahan
Anak-anak bisa menonton film tentang antariksa di Planetarium ini. Waktu pemutaran filmnya terjadwal, jadi kita bisa menanyakan terlebih dahulu jadwal pemutaran filmnya. Jika masih agak lama, kita bisa berkunjung ke tempat lain terlebih dahulu sambil menunggu waktu film mulai diputar.

Gedung PAUD

Gedung PAUD terdiri atas PAUD Barat dan Timur. Anak-anak usia PAUD bisa berpetualang, belajar tentang profesi, budaya, hewan, tumbuhan, dan sains dengan cara yang mneyenangkan sesuai usia mereka, yaitu bermain. Terdapat juga ruang pertunjukan dan perpustakaan yang disesuaikan dengan usia anak.

Selain wahana-wahana tersebut, terdapat juga wahana outdoor berupa berperahu dan bermain air, taman lalu lintas, dan aneka permainan yang bebas dimainkan setiap sudut Taman Pintar.

Peraga Observatorium
Bermain Musik
Bagi keluarga Indonesia yang sedang berencana atau sudah melakukan kunjungan wisata ke Yogyakarta, yuk sempatkan ke tempat edukatif ini! 

Kereta Bandara: Moda Transportasi Menuju dan Bertolak dari Soekarno-Hatta

Akhir Desember 2017 lalu, sudah dipublikasikan ke khalayak umum bahwa kereta Bandara Soekarno-Hatta mulai beroperasi. Fasilitas ini tentunya diharapkan dapat mempermudah proses perjalanan penumpang dari Bandara Soetta ke tujuan berikutnya melalui Tangerang atau Jakarta. Banyak yang penasaran dengan fasilitas terbaru tersebut. Termasuk saya. Berawal dari rasa penasaran, maka saya khusus meniatkan untuk naik kereta Bandara Soetta bertepatan dengan rencana saya melakukan travel ke Jakarta.

Lokasi

Karena dari rumah saya naik fasilitas ojek online, saya mencari alamat stasiun Bandara Soetta di aplikasi. Beberapa kali saya coba, tidak berhasil menemukan alamat tersebut. Ternyata nama resmi yang digunakan di aplikasi adalah Airport Railway Station, dengan alamat lengkap Jl. C3 No.831, Pajang, Benda, Kota Tangerang, Banten. Dalam perjalanan, driver sudah mengungkapkan bahwa beliau belum pernah ke stasiun tersebut sehingga tidak mengetahui secara persisnya. Olaa laa...saya pun belum pernah!

Tetapi ternyata kami tidak perlu khawatir. Kami sampai di stasiun dengan lancar, tanpa hambatan berarti. Setelah kami memasuki Jl. C3, terdapat penunjuk-penunjuk jalan yang informatif sehingga kami tidak kesulitan untuk menemukan stasiun kereta Bandara Soetta. Dan saya baru mengetahui pada saat itu bahwa Airport Railway Station milik Bandara Soetta ini memiliki bangunan dan area khusus tersendiri.
Lobby Utama

Gedung Dua Lantai
Bangunan stasiun sendiri belum rampung 100%, tetapi kesan yang bisa ditangkap begitu memasuki stasiun adalah: sophisticated dan lengkap.

Terpampang berbagai informasi yang kita butuhkan di layar-layar monitor dan berbagai sudut tempat. Petugas yang on duty pun sangat informatif dan ramah. Sudah ada beberapa outlet-outlet makanan dan minuman yang dapat kita sambangi saat kita haus dan lapar. Ke depannya, mungkin akan lebih bervariasi lagi outlet yang membuka gerainya di sana.

Berbagai Fasilitas, Ada Nursery Room nya Juga!

Berbagai Outlet
Escalator Menuju Arah Atas

Menuju Area Kereta Lantai I
Rute dan Tiket

Rute Kereta Bandara Soetta direncanakan akan beroperasi dari Bandara Soetta ke Stasiun Manggarai dan sebaliknya. Tetapi sampai saat ini masih baru dapat turun/naik di Stasiun Batu Ceper dan sebuah stasiun baru yaitu Sudirman Baru (BNI City).  Pembelian tiket tidak bisa cash (tunai) atau pun dengan kartu commuter. Tiket hanya bisa dibeli menggunakan kartu kredit, debet/ATM, ataupun online melalui aplikasi Railing.  Jadi saat kita hendak membeli tiket di tempat, kita bisa langsung ke vending machine pembelian tiket. Harga tiket dibandrol Rp 70.000,00/penumpang.

Membeli Tiket di Vending Machine
Setelah tiket di tangan, rasanya sudah tidak sabar untuk segera naik!

Fasilitas Kereta

Pintu ke Area Kereta
Kereta Bandara Soetta
Bagaimana kesan saya terhadap keretanya sendiri? Mimpi dan harapan masyarakat Indonesia untuk memiliki moda transportasi umum yang canggih, bersih, dan nyaman sejajar dengan yang dimiliki oleh negara maju bisa kita rasakan mulai bisa terwujud. Memang dari segi kecepatan rasanya belum bisa dibandingkan dengan kereta cepat milik Jepang, tetapi fasilitas baru ini sudah lebih dari cukup untuk membantu penumpang ke pusat Kota Jakarta dengan nyaman.

Bersih dan Nyaman

Searah vs Berlawanan Arah Kereta
Dalam setiap gerbong, kursi di bagi menjadi dua kelompok berdasar arah, yaitu searah dan berlawanan arah denga jalannya kereta. Sebagai generasi yang dekat dengan gadget, kita pun tidak perlu khawatir akan kehabisan baterai. Di kursi-kursi penumpang disediakan jaringan untuk bisa charge baterai menggunakan USB. Fasilitas-fasilitas lain yang bisa kita temui antara lain:

Colokan USB Diantara Kursi

Tempat Barang

Toilet Berada di Gerbong Pertama dan Terakhir

Sebagai warga negara, kita sudah selayaknya ikut menjaga kebersihan dan ketertiban baik di stasiun maupun saat berkereta. Selain dengan membuang sampah di tempat sampah, kita juga harus menaati peraturan yang sudah diberlakukan seperti tidak mengangkat kaki ke kursi karena dapat mengganggu kenyamanan penumpang lain. Ya dong, masak kita ikut bangga nya saja tetapi tidak ikut menjaga fasilitasnya.


Kebetulan hari itu saya hendak ke Kota Tua Jakarta, sehingga saya turun di Stasiun Sudirman Baru (BNI City). Untuk sampai ke tujuan, saya harus melanjutkan perjalanan ke Stasiun Sudirman dengan berjalan kaki. Jalan untuk pejalan kaki dari Stasiun Sudirman Baru (BNI City) ke Stasiun Sudirman sudah dipersiapkan meski belum selesai.

Stasiun Sudirman Baru (BNI City) Tampak dari Atas
Berjalan Keluar Stasiun Sudirman Baru (BNI City)

Memang banyak yang merasa harga tiket kereta ini termasuk mahal, tetapi masih menjadi alternatif yang sangat layak dipertimbangkan untuk menghindari macet arah dari dan ke Bandara Soetta. Apalagi jika tujuan kita bisnis atau wisata, pasti sangat menghindari macet. Semoga semakin banyak moda transportasi umum yang nyaman seperti ini untuk masyarakat Indonesia. Impian transportasi umum menjadi primadona masyarakat Indonesia semoga lekas terwujud.