Top Social

Ciri Obat Masih Layak Konsumsi

Friday, November 25, 2016
Saya dilanda kepanikan luar biasa saat salah satu obat antibiotik yang diresepkan dokter untuk Kakak kemasannya rusak. Saya panik karena membayangkan jika Kakak tidak sembuh karena obat yang terlanjur sudah rusak, saya kasihan pengobatan apa lagi yang harus dilaluinya.

Untuk anak kecil minum obat tentu bukan suatu yang menyenangkan (untuk orang dewasa juga sama kan ya). Maka saya tekadkan agar Kakak harus sembuh dengan obat ini.

Sambil konsultasi ke teman yang berprofesi sebagai apoteker, saya keliling faskes di kecamatan setempat. Saya pikir, jika obat tersebut terlanjur rusak karena terpapar udara luar, maka plan B nya adalah menebus obat yang baru. Kakak diresepi Aztryn Azytromicin berupa dry syrup yang cukup susah di temukan. Hasil saya keliling faskes di kecamatan, hasilnya nihil. Bahkan setelah telepon ke beberapa apotek terdekat di Pleret dan Wonosari pun hasilnya sama, tidak ada obat dengan merk atau komposisi yang sama.

Setelah berkonsultasi serius dengan teman saya yang apoteker, maka saya pindahkan obat tersebur ke botol kaca yang dulu dipakai sebagai tempat ASIP. Tentunya setelah botol saya cuci bersih dan sterilkan. Karena jika di kemasan yang sebelumnya dan ditutup dengan plastik dan karer, teman saya mengkhawatirkan justru kemungkinan terpapar bakteri lebih tinggi.

Saya ikuti petunjuk teman saya, untuk selalu memantau kelayakan obat dari tampilan fisik dan rasanya. Jika sudah tidak layak maka perlu menebus obat lagi.
Dry syrup ini bentuk awalnya bubuk, kemudian diberi air matang hangat sesuai takaran yang diinstruksikan.

Ciri-ciri obat dry syrup yang masih layak minum berdasarkan informasi dari teman  saya adalah:
1. Warna tidak berubah.
2. Bau tidak berubah.
3. Rasa tidak berubah.
4. Konsistensi cairan tidak berubah. Artinya bubuk yang sudah dilarutkan tidak mengendap lagi. Jika pun ada yang mengendap maka jumlahnya sedikit dan mudah terlarut lagi jika digoyangkan.

Alhamdulillah jenis obat yang diberikan untuk Kakak cukup mudah dikenali jika ada perubahan. Dari warna, bau, dan rasanya masih sama. Dan alhamdulillah Kakak juga sembuh.

Saya jadi ingat dengan Amoxicilin yang diresepkan oleh dokter yang berbeda sebelum Kakak diresepkan Azytromicyn. Cerita lengkapnya bisa dibaca di sini. Amoxicilin yang diberikan juga bentuknya berupa dry syrup. Tapi.....tidak seperti Azytromicin yang mudah larut, Amoxcilin tersebut meski sudah dilarutkan menjadi mengendap lagi. Endapannya pun cukup banyak. Bahkan ketika saya goyang atau coba aduk, endapan bubuknya susah sekali larut. Saya jadi bertanya...apakah Amoxicilin yang waktu itu sudab tidak layak minum? Kesalahan mungkin di saya. Saya melarutkannya dengan air Aq*a dan tidak dalam keadaan hangat. Mungkin itulah yang membuat obat tidak sempurna larut dan justru merusak obat.

Well... what an experience. Tapi saya mengambil banyak pelajaran dari kejadian tersebut.

Satu lagi catatan penting. Jika menemukan obat yang akan dikonsumsi rusak dan harus menebus obat baru, maka tebuslah obat dengan merk yang sama. Jika tidak ada merk yang sama, maka carilah yang komposisi dan bentuknya sama. Jika tablet ya cari yang tablet, jika dry syrup ya cari dry syrup. Tanyakan pada apoteker yang pasti lebih mengetahui tentang ingredients dan dosis obat.
Post Comment
Post a Comment