Top Social

[ Review ] Pigeon Food Maker, Peralatan MPASI Tanpa Listrik

Monday, October 23, 2017
Sebelum anak pertama memasuki masa makan MPASI (Makanan Pendamping ASI), saya dihadapkan kepada sebuah kegalauan. Antara beli slowcooker atau food processor sebagai alat memasaknya.

Tertarik banget dengan food processor yang tampaknya sangat praktis. Bisa mengukus, memblender, dll. Dan sudah dalam ukuran porsi makan bayi. Tapi food processor langsung tereliminasi karena sudah punya blender.

BabyMoov Food Processor
Gambar dari AsiBayi

Beaba BabyCook
Gambar dari Asibayi

Pertimbangan berikutnya, beralih ke slowcooker. Enak kan tinggal colok terus kita tinggal tidur, bangun pagi sudah matang sendiri. Nggak perlu mengaduk atau bolak-balik mengecek kadar kematangannya.

E...tapi.... Ayah tidak setuju dengan rencana membeli slowcooker ini. Alasannya karena sudah banyak peralatan masak yang Bunda beli tapi akhirnya nge-jogrok tidak dipakai.  Semangatnya di awal saja, udah gitu membuat dapur tambah penuh.

Takahi Slowcooker
Gambar dari Asibayi

Padahal sudah sangat mengidamkan Takahi Slowcooker. Konon kata salah satu teman saya, slowcooker yang kapasitas besar tidak hanya bisa digunakan untuk memasak bubur, tapi juga makanan lain yang perlu diempukkan. Seperti gudeg dan daging-dagingan. Tulangnya saja bisa sampai empuk. Jadi sangat cocok untuk tekstur bayi yang baru bisa makan.

Hemm... tapi ya sudah deh. Bye bye Takahi...

Setelah googling alternatif lain, saya menemukan alat yang bernama food maker. Ada beberapa brand yang mengeluarkan produk food maker ini. Desain dan bentuk produk relatif sama, beda di ukuran dan aksesoris tambahan sepertinya. Saya juga tidak masalah merk mana saja, asal produknya BPA-Free, toxic-free, dan bergelut di bidang produk bayi dan anak.

Richell Foodmaker
Gambar dari Asibayi

Simba Foodmaker
Gambar dari Asibayi

Puku Foodmaker
Gambar dari Asibayi

Karena harga cocok dan besarnya tidak "makan" tempat, akhirnya memutuskan "ya udah deh beli foodmaker ini". Waktu itu sengaja mencari di Flea Market TUM, agar dapat barang dengan kualitas bagus dan harga lebih murah.


Pigeon Foodmaker
Gambar dari Asibayi


Jadilah saya beli Pigeon Food Maker di Flea Market TUM. Harga belinya saya lupa tepatnya, sekitar 150-an ribu.

Meski tanpa listrik dan tetap harus memasak bubur diatas kompor, tetapi food maker ini sangat membantu saya menyiapkan MPASI untuk kedua anak saya. Bahkan sering saya bawa pulang kampung atau travelling yang memakan waktu lama. Karena ukurannya kecil dan bisa ditumpuk jadi satu, maka tidak terlalu membutuhkan banyak ruang. Sehingga portable di bawa bepergian.

Part food maker yang sering saya gunakan:

Part yang Masih Survive dan Sering Digunakan

Pigeon foodmaker milik saya usianya sudah 4 tahunan, tapi kondisinya masih sangat bagus. Saringannya masih kuat, tidak berlubang sama sekali, dan tidak karatan. Parutannya juga masih tajam. Tidak heran, Pigeon sendiri adalah brand yang sudah jaminan mutu untuk produk-produk bayi dan anak.

Bagaimana cara menggunakannya?

Gambar dari Asibayi

Untuk membuat bubur, kita tetap harus memasak bubur di kompor. Masak beras atau nasi dengan air banyak dan api kecil. Masak sesuai tekstur yang diinginkan. Mau lembut saja atau lembut sekali. Sebenarnya kalau nasinya sudah cukup lembut, dimatikan apinya tidak masalah. Kita bisa ambil nasi lalu disaring memakai saringan food maker. Hasilnya juga lembut kok. Teksturnya juga lembut sesuai tekstur bubur.

Saringan

Untuk buah dan sayur yang tidak dimasak bersama dengan bubur, saya parut lalu disaring. Untuk buah seperti jeruk, juga bisa langsung diperas dan disaring.

Untuk menyaring sendiri, saya lebih suka menekan makanan memakai sendok, tidak dengan "ulekan" kayu bawaannya. Dan ulekan itu sudah hilang entah ke mana dimainkan anak-anak.
Untuk Memeras Jeruk

Desain Dasar Mangkok untuk Melembutkan

Saya juga suka dengan desain mangkuknya. Selain ukurannya bisa digunakan untuk porsi makan anak 6 -18 bulan, dasar mangkok yang bergaris tajam juga mudah untuk melumatkan makanan. Cocok untuk digunakan melumatkan makanan bagi anak yg sudah naik tekstur. Kadang kalau menemukan bagian makanan yang belum halus pun, bisa ditekan hingga tekstur yang diinginkan.

Saya paling sedih karena tutup food maker yang bisa digunakan sebagai piring juga hilang. Dasarnya memiliki parutan yang bisa untuk menghaluskan makanan juga seperti pisang atau buah-buah lunak lainnya. Sebelum hilang tutup itu dipakai mainan Kakak, ya sudah wasalam kalau kasusnya seperti ini. Hehe...

Part dari food maker juga mudah dicuci. Saya biasanya membersihkan dengan sikat gigi untuk saringan, parutan, dan bagian yang kasar dari mangkok atau tutup.

Kalau ditanya masih ingin slowcooker atau food processor? Ya masih mau lah hahaa. Tapi sebenarnya untuk mengobati rasa penasaran saja. Sejauh ini saya sudah merasa food maker sufficient bagi kebutuhan saya. Beda lagi mungkin dengan ibu bekerja atau yang memiliki kesibukan padat. Slowcooker atau food processor yang lebih praktis mungkin lebuh sesuai dengan kondisi demikian.
Post Comment
Post a Comment