Top Social

Lactacyd Baby, Jurus Andalan Ibu untuk Kulit Sensitif Bayi

Saturday, October 7, 2017
Setiap anak itu unik. Meski bersaudara kandung, atau bahkan kembar, tetap saja tiap anak memiliki kondisi yang berbeda-beda. They have their own pattern. Mulai dari sifat, karakter, tingkah laku, pembawaan, dan kondisi fisik.

Individual differences adalah konsep paling awal dan dasar yang saya pelajari saat di bangku kuliah. Kita tidak bisa membandingkan anak yang satu dengan yang lainnya. Bersaudara kandung saja bisa beda, apalagi dengan temannya. Hindari untuk membandingkan sifat dan kemampuan anak dengan saudara atau temannya.

Mungkin pernah terbersit "kok anakku belum bisa begini begitu ya, tidak seperti anak A atau B", atau "kok anakku pemalu tidak seberani teman-temannya". Wajar saja kita pernah kepikiran seperti itu, karena setiap orang tua pasti ingin anaknya bertumbuh kembang maksimal.

Sebagai orang tua, sudah tugas kita untuk berusaha memahami sifat, kepribadian, dan kondisi masing-masing anak. Sehingga kita bisa mengakomodir kebutuhannya agar untuk tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang sehat jasmani rohani.

Saya menemukan fenomena individual differences secara faktual salah satunya pada saat anak kedua saya, Baby Al, lahir. Sesaat setelah lahir sih belum terlihat jelas, karena bentuk wajah dan beratnya hampir-hampir mirip dengan kakaknya. Tetapi seiring berjalannya waktu mulai terlihat keunikan masing-masing. Saya jadi merasa seperti first time mother karena banyak hal yang tidak saya temui ketika mengasuh Kakak. Meski pengalaman-pengalaman mengasuh anak pertama tetap sangat membantu, tetapi tidak semua dapat diaplikasikan pada anak kedua.

Salah satu perbedaan yang dapat dilihat langsung, adalah kondisi fisik. Saat masih newborn, kondisi kulitnya relatif “bersih”. Tetapi, kulit Kakak ini termasuk yang super sensitif. Kakak sering mengalami biang keringat (miliaria). Jika terjadi perubahan suhu udara menjadi panas, biang keringat lagsung muncul di daerah kepala, dada, dan punggungnya. Kebayang kan dengan kondisi demikian kemudian tinggal di daerah perkotaan Tangerang yang sangat panas? Yup,biang keringat ini jadi sering “bertamu”. Pernah suatu kali Kakak terpaksa kami cukur rambutnya menjadi gundul karena biang keringat yang sangat banyak, hingga timbul bintik-bintik putih di sebagian besar kulit kepalanya.

Kakak juga sering mengalami ruam popok. Padahal empat bulan pertama setelah kelahirannya, kami konsisten memakaikan popok kain. Saat sudah berganti popok sekalai pakai (pospak) pun, kami pilihkan yang permukaannya lembut dan mudah kering. Tetapi memang bawaannya sensitif, lembab sedikit pun jadi mengakibatkan ruam. Apalagi jika sedang bepergian dan telat mengganti pospaknya, wah bisa sangat merah dan menyebar ruamnya.

Kakak juga memiliki sensitifitas pada produk baby oil dan sabun mandi. Tidak semua merk baby oil dan sabun bisa cocok di kulit Kakak. Jika memakai merk yang tidak cocok, maka kulitnya akan memerah.

Masalah-masalah kulit tersebut rawan dialami oleh Kakak sampai usianya dua tahun. Jadi harus punya antisipasi dong jika masalah-masalah kulit itu datang. Karena kasihan kan yang namanya biang keringat, kulit iritasi, dan ruam popok kan pasti gatal atau perih dirasa. Terkadang Kakak sampai terganggu tidurnya karena gatal-gatal yang muncul tersebut.

Beda lagi dengan adik, Baby Al saat lahir kulit dan mulut bagian dalamnya seperti ada lapisan berwarna kehijauan. Lapisan tersebut mengelupas dan hilang seiring berjalannya waktu. Baby Al juga sering mengeluarkan kotoran di matanya dikarenakan kelenjar air mata yang belum berfungsi sebagaimana mestinya.

Tapi surprise loh, kulitnya Baby Al lebih “badak” daripada Kakaknya. Baby Al sampai usia hampir satu tahun sekarang ini, jarang mengalami biang keringat. Kejadian Baby Al mengalami biang keringat hanya beberapa kali saja, itu pun saat masih masa newborn. Ruam popok juga jarang dialaminya. Itu juga dikarenakan travelling lalu kami lalai, terlalu lama tidak diganti pospaknya.

Tapi sebagai orang tua, harus tetap waspada dong karena pada satu tahun pertama, lapisan kulit bayi belum belum sempurna. Padahal kulit memiliki fungsi penting untuk melindungi tubuh dari sinar matahari dan bakteri. Berbeda dengan orang dewasa dan anak-anak, kulit bayi lebih tipis dan ikatan sel nya masih lemah. Kulit bayi juga belum mampu mengatur temperatur untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan1. Pantas saja ya, kulit bayi sensitif dengan perubahan suhu dan lingkungan. Bagian lipatan-lipatan kulit seperti leher, ketiak, dan paha juga memiliki permasalahan tersendiri yaitu mudah memerah karena gesekan antar kulit. Jika dibersihkan dengan cara digosok dengan kuat, rasanya ngeri juga. Takut semakin merah dan meradang.

Berdasar pengalaman menghadapi permasalahan kuit Kakak ketika usia bayi hingga dua tahun, saya sekarang sudah punya bekal jurus jitu. Good news-nya, jurus tersebut tidak hanya ampuh menangani masalah kulit Kakak. Meski Kakak dan Baby Al punya perbedaan sensitifitas kulit, ternyata jurus jitu tersebut dapat diaplikasikan juga pada Baby Al. Jadi saya tidak perlu bingung mencari info tentang cara lain untuk Baby Al.

Apa sih  jurusnya? Kayak di dunia persilatan saja kisanak...

Jeng...jeng...jeng jurusnya adalah ini kisanak: Lactacyd ® Baby.

#LactacydBaby

Lactacyd ® Baby adalah salah satu brand internasional dari Sanofi yang memang sudah lama berkecimpung di bidang farmasi. Produk-produk dari Sanofi telah melalui riset dan pengembangan untuk mendapatkan produk terbaik untuk kesehatan konsumen. Tidak hanya di Indonesia, Lactacyd ® Baby juga menjadi #BabySkinExpert andalan ibu-ibu di Asia dan berbagai belahan dunia lainnya.

Kandungan Lactacyd ® Baby

Lactacyd ® Baby mengandung ekstra susu, lactoserum, dan asam laktat 2. Formula dari Lactacyd ® Baby berfungsi untuk mengobati atau mencegah kulit kering, kasar, bersisik, atau gatal.  Formula tersebut bekerja dengan melembabkan kulit, mengurangi gatal dan pengelupasan. Dengan meningkatkan kelembapan kulit, maka sel kulit mati akan luruh dan membantu penyembuhan luka 3. Lactacyd ® Baby juga memiliki pH 3-4 yang sesuai untuk proses pemulihan kulit bayi.

Cara memakainya mudah saja yaitu dengan mencampurkan Lactacyd ® Baby di air mandi anak-anak. Dua-tiga sendok makan Lactacyd ® Baby diencerkan ke dalam bak mandinya, kemudian mandi seperti biasa. Bedanya, saat anak-anak sedang mengalami masalah kulit, saya hindari memakai sabun biasa. Cukup dimandikan dengan air yang telah dicampur dengan Lactacyd ® Baby.


Cara Memakai
(Gambar dari sini)

Untuk masalah kulit yang berat, misalnya saat Kakak mengalami bintik-bintik putih biang keringat di kulit kepala atau ruam popok yang tebal, Lactacyd ® Baby juga saya gunakan layaknya shampoo atau sabun mandi. Tuang sedikit Lactacyd ® Baby ke telapak tangan, lalu aplikasikan seperti saat memakai shampoo atau sabun mandi.

Hasilnya? Setelah dua hingga tiga kali pemakaian, biasanya sudah terlihat berkurangnya gejala masalah kulit yang dialami. Oleh karena itu, saya sebut Lactacyd ® Baby ini adalah jurus andalan #BabySkinExpert untuk mengatasi masalah kulit bayi yang sensitif.

Dulu, saat Kakak masih sering mengalami masalah kulit, sangat sering saya menggunakan Lactacyd ® Baby. Apakah aman? Lactacyd ® Baby sudah teruji aman secara dermatologis untuk digunakan sehari-sehari 2.

By the way, saya juga menggunakan Lactacyd ® Baby  untuk mencuci muka jika sedang mengalami masalah kulit muka seperti jerawat. Ini sih sebenarnya tebak-tebak berhadiah saja. Logikanya kalau produk itu aman untuk kulit bayi yang sangat sensitif, berarti aman juga untuk kulit wajah. Tapi hati-hati dalam memakainya, jangan sampai terkena ke daerah mata, lubang hidung, dan bibir 3.

#LactacydBaby #BabySkinExpert

Many thanks untuk Lactacyd ® Baby sudah membantu melalui masa-masa sensitif bagi kulit anak-anak saya dan banyak anak di berbagai belahan dunia. Semoga sharing ini bermanfaat untuk ibu yang sedang mencari produk terbaik untuk buah hatinya. Dan ingat bahwa setiap anak itu unik, jika dalam beberapa hari pemakaian belum tampak ada perubahan, maka bawalah ke dokter. Bisa jadi kondisi kulitnya membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Selamat mandi dengan ceria babies...!


Daftar Pustaka
 1 Candra, A. (2011). 5 Penyakit Kulit Ini Sering Menyerang Bayi. Diakses dari www.lifestyle.kompascom/read/2011/09/13/12114788/5.Penyakit.Kulit.Ini.Sering.Menyerang.Bayi
2 Sanofi. (2014). Consumer Healthcare. Diakses dari www.sanofi.co.id/I/id/in/layout.js

3 Samladi, L. A. (2016). Lactid Acid. Diakses dari www.hellosehat.com/obat/lactid-acid/amp/
1 comment on "Lactacyd Baby, Jurus Andalan Ibu untuk Kulit Sensitif Bayi"