Top Social

Perempuan Indonesia Masa Kini, Sehat dan Berprestasi

Sunday, October 1, 2017
Perempuan adalah makhluk yang memiliki banyak keunikan dan keistimewaan. Perempuan sering diasosiasikan dengan kondisi fisik yang lemah dan perasaan yang lembut. Mengangkat galon atau beras berkilo-kilo, mungkin tidak semua perempuan mampu. Tidak jarang juga ada yang perasaannya ikut luluh lantak dan menangis “bombay” saat menonton film atau serial drama.

Tapi....

Perempuan sanggup melalui masa hamil yang seperti naik roller coaster selama sembilan bulan. Mulai dari mual, muntah, lemas, hingga pergi ke manapun membawa janin terkasih di kandungannya. Perempuan juga terbukti mampu menahan rasa sakit saat kontraksi melahirkan atau luka bekas operasi c-section yang aduhai sekali rasanya. Kaum laki-laki belum tentu mampu tegar menghadapi rasa sakit yang muncul karena proses melahirkan. Setuju?

That’s how special women are. Demikian pula dengan peran perempuan di keluarga dan masyarakat. 

Peran sentral perempuan sudah semakin diakui di ranah sosial, ekonomi, dan politik. Buktinya? Booom...saat ini begitu banyak perempuan yang menjadi entrepreneur sukses dan pemangku jabatan strategis. Kesuksesan tersebut tidak hanya dinikmati oleh perempuan yang berkarir, tetapi juga perempuan yang memilih tinggal di rumah (stay at home mother/SAHM).

Di era milenial saat ini, banyak SAHM yang tidak benar-benar “berada” di rumah (in good notion ya). Fisik dan waktunya memang banyak di rumah, akan tetapi pengaruh dan karyanya bisa menjangkau masyarakat luas. Dengan kemajuan teknologi dan informasi, individu tidak dibatasi oleh ruang dan kesempatan kerja kantoran untuk bisa berprestasi, menghasilkan karya, dan mendapatkan penghasilan. 

Banyak profesi dan ide yang muncul, yang dulunya tidak disangka atau terpikirkan. Passion, hobi, hasil dokumentasi, atau hasil observasi yang dikerjakan selama di rumah ternyata bisa menghasilkan karya dan ide bisnis. Be it cooking, writing, crafting, baking, playing with kids, etc. Jadi jangan heran, meski statusnya SAHM tetapi bisa memiliki jaringan bisnis yang menasional, menjadi active blogger, merilis produk, atau menerbitkan buku yang menjadi best seller. Meski “dilahirkan” dari rumah, ternyata karya-karya tersebut pengaruhnya dapat menyentuh kalangan luas.

Buku Teh Kiki Barkiah, kisah mengasuh anak-anaknya very inspiring

Selebgram @anitajoyo, jika perlu “contekan” untuk memasak

Kumpulan dokumentasi dan pengalaman bermain dengan anak

Sejalan dengan berkembangnya potensi dan kegiatan perempuan, bermunculan juga berbagai tantangan. Salah satunya adalah menjaga kesehatan diri dan keluarga. Untuk menjalankan begitu banyak kegiatan, kita harus stay healthy. Jika seorang ibu sakit, rutinitas kehidupan keluarga bisa amburadul. Ibu adalah nama pertama yang disebut ketika anggota keluarga membutuhkan sesuatu. And it is a wide range of needs, from socks to remedy of shock. 

Untuk menjaga kesehatan, kita harus “mempersenjatai” diri kita, salah satunya dengan informasi. Karena ada beberapa penyakit yang “khusus” mengancam perempuan. Salah satunya adalah kanker serviks.

Kanker serviks terjadi saat adanya pertumbuhan sel kanker di leher rahim. Penyebabnya adaah virus Human Papilloma. Tercatat 92.000 dari jumlah pasien yang meninggal akibat kanker, 10,3% diantaranya disebabkan oleh kanker serviks 1. Kanker serviks merupakan jenis kanker kedua terbanyak yang dialami oleh perempuan Indonesia 2. Setiap perempuan memiliki resiko mengalami kanker serviks tanpa mengenal usia, pekerjaan, maupun stasus sosial 3.

Estimasi  Angka Kematian dan Kasus Baru 2012 4

Mengingat bahaya dari penyakit kanker, kita perlu melakukan tindakan prevensi agar terhindar dari kanker serviks. Sayangnya, tingkat skrining atau deteksi dini kanker serviks masih rendah di Indonesia. Keterlambatan diagnosis kanker serviks berakibat fatal pada kondisi penderita yang bisa menyebabkan kematian. Keterlambatan diagnosis ini salah satunya disebabkan oleh gejala-gejala dari kanker serviks yang tidak jelas atau tidak muncul 1. Padahal, kanker serviks bisa dicegah dan disembuhkan jika dilakukan deteksi dini atau diketahui sejak stadium awal 2.

Berita baiknya, Laboratorium Klinik Prodia merupakan salah satu fasilitas yang memiliki layanan pap smear untuk skrining kanker serviks. Prodia juga memberikan layanan pap smear gratis untuk skrining kanker serviks bagi peserta aktif BPJS di daerah-daerah tertentu. Layanan tersebut berlaku hingga November 2017.

Selain melakukan deteksi dini, tindakan preventif lain yang bisa kita ambil adalah dengan vaksin HPV. Perempuan dengan usia 10-55 dianjurkan menerima vaksin HPV agar antibodi dapat bekerja membangun kekebalan tubuh terhadap HPV. Sayangnya, harga vaksin HPV masih sangat mahal di Indonesia 5. Tapi sebanding dengan perlindungan yang kita dapatkan dari bahaya kanker serviks.

Pernah dapat cerita dari teman yang sempat tinggal di Singapura dan Australia, bahwa vaksin HPV ini diberikan gratis di kedua negara tersebut.  Sebanyak 71 negara juga telah menetapkan pemberian vaksin HPV sebagai agenda rutin imunisasi di negaranya 6. Mupeng kaannn jadinya....

Untuk menunjang layanan deteksi dini dan tindakan preventif lainnya, Prodia juga memiliki layanan Prodia Women’s Health Centre (PWHC). Dilatarbelakangi untuk memberikan kenyamanan dan pemeriksaan kesehatan menyeluruh untuk perempuan. Desain ruangan, tenaga ahli, alat, hingga staff diperuntukkan khusus agar klien perempuan merasa leluasa untuk berkonsultasi dan menjalani pemeriksaan. 

PWHC saat ini baru ada di Jl. Wolter Mongisidi No. 77, Kebayoran Baru, Jakarta. It should available everywhere! Rasanya pasti nyaman sekali kan, jika kita berada di suatu fasilitas yang benar-benar memahami kebutuhan dan kekhawatiran perempuan. Kita jadi bisa menyampaikan unek-unek dan kondisi kesehatan kita dengan leluasa.

Harapannya, pemerintah bekerja sama dengan fasilitas kesehatan seperti Prodia dan lain-lain dapat semakin memperluas dan memudahkan akses untuk skrining kanker serviks dan vaksin HPV untuk semua perempuan di Indonesia. Semakin dini perempuan dideteksi dan diimunisasi, semakin terlindungi. 

Kementerian Kesehatan juga merekomendasikan enam tindakan CERDIK, yang dapat kita terapkan di keseharian kita untuk mencegah kanker, yaitu 4:

Cek kesehatan secara berkala, termasuk skrining (Gambar dari sini)

Enyahkan asap rokok (Gambar dari sini)

Rajin aktivitas fisik (olahraga) (Gambar dari sini)

Diet sehat dengan kalori berimbang (Gambar dari sini)

Istirahat cukup (Gambar dari sini)

Kelola stress (Gambar dari ID ART)

Dengan menerapkan perilaku sehat tersebut, diharapkan perempuan Indonesia dapat terjaga kesehatannya dan terhindar dari bahaya kanker. 

Stay healthy perempuan Indonesia!

Mari lindungi diri dengan mengikuti deteksi dini kanker serviks dan terapkan pola hidup sehat CERDIK agar kita bisa terus berkarya!

Referensi

1 Liputan 6. (2015). Kanker Serviks. Diakses dari www.m.liputan6.com/penyakit/kanker-serviks?type=profile
2 Prodia. (2017). Program Deteksi Dini Kanker Serbiks Prodia-BPJS Kesehatan dua017. Diakses dari www.prodia.co.id/id/Berita/Details/program-deteksi-dini-kanker-serviks-prodia-
3 Prodia. (2017). Dokter dan Keluarga Juga Harus Terbebas dari Kanker Serviks. Diakses dari www.prodia.co.id/id/Berita/Details/dokter-dan-keluarga-juga-harus-terbebas-dari
4  Infodatin. (2015). Situasi Penyakit Kanker. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementrerian Kesehatan Republik Indonesia.
5 Prodia. (2017). Kapan Vaksin HPV Diperlukan?. Diakses dari www.prodia.co.id/id/infokesehatan/artikelkesehatandetails/kapan-vaksin-hpv-diperlukan
6  Wikipedia. (2017). HPV Vaccines. Diakses dari https://en.m.wikipedia.org/wiki/HPV_vaccines
Post Comment
Post a Comment