Top Social

dr. Roni Naning, Sp. A & dr. Nastiti Kaswandani, Sp. A: Konsulen Paru di Yogyakarta dan Tangerang

Monday, January 8, 2018
Lika-liku jalan pernah kami lewati. Naik turun emosi pernah juga kami alami.

Dua kalimat tersebut merupakan deskripsi singkat perjalanan kami ketika Kakak dua kali dicurigai mengalami tubercolusis anak (TBA). Wajar memang dugaan tersebut muncul, karena Kakak tubuh dan berat badannya kecil untuk anak seusianya. Tak pelak kami pun sering bertanya-tanya: apakah benar anak kami sakit?

Beruntung kami memiliki saudara dan beberapa teman yang merupakan tenaga kesehatan. Sehingga kami bisa berkonsultasi tentang langkah yang sebaiknya diambil ketika menghadapi situasi demikian.
Di tengah kepanikan ketika mendengar diagnosis TBA untuk pertama kali, saya menghubungi sepupu saya yang kebetulan adalah seorang dokter. Beliau menyarankan untuk mencari diagnosis banding ke dokter spesialis anak sub spesialis paru atau pulmonologi. Beliau waktu itu merekomendasikan untuk bertemu dengan dr. Roni Naning, Sp. A. Tetapi karena sekarang kami tinggal di Tangerang maka kami pun mencari dokter dengan spesialisasi serupa yang terdekat dengan rumah kami.

Dr. Nastiti Kaswandai, Sp.A

Kami mendapatkan info bahwa di Hermina Tangerang, terdapat beberapa dokter anak sub spesialis yang praktik di sana. Salah satunya adalah dr. Nastiti yang merupakan dokter anak konsultan respiratologi. dr. Nastiti merupakan Ketua Unit Kerja Koordinasi Respiratori IDAI. Beliau juga ternyata merupakan staff pengajar Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI.  

Pertama kali bertemu dengan beliau, dr. Nastiti melakukan pengecekan ulang terhadap hasil pemeriksaan yang sudah pernah Kakak lalui. Diantaranya hasil rontgen, cek darah, dan tes mantoux. Beliau juga melakukan pemeriksaan fisik dan memberikan sejumlah pertanyaan pada kami. Alhamdulillah dari hasil pemeriksaan beliau, Kakak tidak menunjukkan adanya indikasi mengalami TBA. Faktor kecilnya berat badan Kakak disinyalir karena asupan nutrisi. Ketika saya bertemu dengan seorang dokter yang mampu menjelaskan alasan suatu diagnosis ditegakkan dan apa yang membuatnya berbeda dengan diagnosis lain, maka saya merasa berada di tangan yang tepat.

dr. Nasititi termasuk dokter yang enak untuk berkonsultasi dan sangat informatif. Beliau juga memberikan resep sesuai kebutuhan pasien. Sebelum kami berangkat, kami sudah mempersiapkan diri akan mengeluarkan biaya yang besar. Karena dr. Nastiti sudah sub spesialis dan bayangan kami jika perlu obat pasti diresepkan yang mahal-mahal. Ternyata kami salah! Belliau “hanya” meresepkan satu buah vitamin yang harganya di bawah Rp 50.000,00 dan total biaya yang dikenakan bahkan tidak terpaut jauh dibandingkan dengan periksa ke dokter anak yang bukan konsultan sub spesialis. Informative and reasonable!

dr. Roni Naning, Sp. A

foto diambil dari situs Jogja International Hospital


Nama dr. Roni sudah sering saya dengar sebelumnya. Selain dari sepupu saya, nama beliau sering direkomendasikan oleh teman-teman saya yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan, jika ada anak dari teman kami yang mengalami masalah respiratori.

Saat itu kami sedang liburan di Yogyakarta, ketika secara mengejutkan Kakak didiagnosis “pasti TBA!” tanpa tes laboratorium, rontgen, dan matoux. Saat itu juga saya memutuskan untuk membawa Kakak periksa ke dr. Roni.

Meskipun sudah pernah mengalami situasi seperti itu, tak urung saya tetap merasa khawatir menjelang bertemu dengan seorang dokter. Bayangan saya sudah yang tidak-tidak. Takut diagnosis positif, dokter akan memarahi kami, dokter akan menjudge kami, atau mungkin akan menertawakan kami selaku orang tua. Ini kok drama ya imajinasinya...

Tetapi begitu bertemu dr. Roni, semua kekhawatiran itu hilang. Beliau sangat baiiiikkkkkk. Beliau ini ramah, gemati, dan humble. Bahkan saya sempat telat lewat setengah jam dari waktu yang kami sepakati, beliau menunggu dan tidak tampak tersinggung! Padahal saya sudah kebat kebit layaknya mahasiswa akan bertemu dosen pembimbingnya. Justru perawatnya yang marah. Beliau cerita bahwa dr. Roni sudah menunggu dari tadi. Duh jadi terharu kalau ingat kejadian itu...

Beliau sangat teliti dalam melakukan pemeriksaan terhadap pasien. Saya mencermati cara beliau bertanya dan mengisi riwayat kesehatan pasien. Beliau ini juga sesekali membangun relasi ke anak selaku pasien. Saat Kakak sibuk bertanya ini itu pada saya, dr. Roni tampak tidak terganggu dan tidak terburu-buru memotong agar beliau bisa bicara. Di akhir pertemuan beliau mengajak Kakak salaman. Menurut saya ini penting loh. Karena menunjukkan bahwa dokter tidak melihat anak sebagai objek pemeriksaan saja.

Beliau memeriksa fisik serta hasil rontgen, tes darah, dan matoux. Selain memeriksa fisik anak, beliau juga saya lihat melakukan observasi bagaiman anak berperilaku selama di ruang periksa. Alhamdulillah beliau juga menyatakan Kakak tidak mengalami TBA (beliau adalah dokter spesialis ketiga yang memberikan diagnosis yang sama).

Kita bisa bertemu dengan dr. Roni saat beliau praktik di JIH, Hermina Yogyakarta, dan Sardjito. Sampai saat ini beliau adalah dosen aktif di FK UGM dan menangani pasien di Sardjito juga. Kalau saya pribadi lebih prefer bertemu beliau di poli perjanjian Cempaka Mulya RS Sardjito.


Memang sih kita hanya bisa periksa di pagi-siang hari dan harus menghubungi dr. Roni secara pribadi terlebih dahulu untuk mencocokkan jadwal periksa. Tapi di sana jumlah pasien jauh lebih sedikit daripada jika ke JIH atau Hermina. Antrian pendaftaran pun tidak terlalu panjang. Kita bisa langsung ke lantai dua, letak poli perjanjian berada. Daftar di depan kemudian ke Poli Cempaka Mulya sesuai waktu janjian. Kita bisa meminta nomor dr. Roni lewat resepsionis Poli Cempaka Mulya.
4 comments on "dr. Roni Naning, Sp. A & dr. Nastiti Kaswandani, Sp. A: Konsulen Paru di Yogyakarta dan Tangerang"
  1. Bahaya betul bila Doktor salah diagnosis.. isy isy.. ALhamdulillah dipertemukan dengan doktor yang lebih teliti nampaknya :)

    ReplyDelete
  2. Selamat malam mba,boleh kah tolong inbox sy nomer beliau,besok rencana sy mau periksa anak sy biar bisa cek pagi tidak perlu malam2 ke hermina, alhamdulillah sy juga cocok dengan beliau tp selama ini kalo cek di jih sayangnya jih hanya senin dan jumat saja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mbak...duh mohon maaf bgt br baca komennya.saya inbox ya

      Delete