Top Social

Petualangan Berlibur ke Bandung: Begonia, Floating Market, dan Farm House Lembang

Friday, January 26, 2018



Sebelumnya kami menceritakan tentang persiapan perjalanan di sini.

Selama di Bandung kami menyinggahi beberapa tempat wisata yang seru dan menyenangkan. Poin plus Bandung bagi saya salah satunya adalah lokasi antar tempat wisata yang masih berdekatan. Kalau tidak macet hehe. Bahkan ketika saya bandingkan dengan Jogja. Dari Bandung ke Lembang mungkin memakan waktu tidak lebih dari 45 menit saja. Jadi kita hendak berpetualang dari satu tempat ke tempat lain pun lebih leluasa.

Apa saja tempat yang kami kunjungi? 

Hari pertama kami fokus untuk berkeliling di Lembang. Berikut tempat-tempat di Lembang yang kami datangi:

Kebun Bunga Begonia

Seperti namanya, tempat ini berkonsep sebagai taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga berwarna-warni. Indah! Bagi yang senang sekali menjadi model foto seperti saya, insting untuk segera mengambil gambar langsung muncul begitu sampai di gerbang taman Begonia. Ada keterangan untuk tiap nama bunga mengenai nama Latinnya. Pecinta flora tak hanya bisa menikmati keindahannya, tetapi juga bisa menambah pengetahuan tentang nama dan jenis bunga.


Keindahan Bunga dan Pemandangan Sekelilingnya

Rosalinda Ay Amor
Disediakan Topi untuk Melindungi dari Panas

Kalau anak-anak kami sebenarnya tidak terlalu tertarik dengan pemandangan bunga. Mereka lebih tertarik dengan ayunan, replika kendaraan, dan patung karakter hewan. Menikmati pemandangan seperti ini mungkin memang lebih sesuai untuk orang dewasa dan anak yang lebih besar.

Miniatur Bangunan, Hewan, dan Kendaraan

Lovely Sight

Di sini juga bisa memetik strawberry. Anak-anak mungkin lebih tertarik dengan kegiatan ini. Tetapi karena kami memiliki beberapa target tempat yang harus dikunjungi dalam satu hari, kami memutuskan untuk segera pindah. Dengan harapan bisa menemukan tempat lain untuk Kakak memetik strawberry, tetapi sayag sekali di tempat-tempat berikutnya yang kami belum menemukan aktivitas serupa.

Floating Market

Dia Sudah Bete Diajak Selfie

Tempat ini sudah sangat tersohor di kalangan wisatawan Indonesia. So far tempat ini lah yang paling menyenangkan untuk anak-anak. Kita bisa menikmati jajanan di perahu-perahu apung yang tersedia di sini. Selain itu kita bisa juga menyewa kostum Jepang dan Korea kemudian berfoto di perahu yang bernuansa Jepang dan Korea. Sayangnya kita hanya boleh masuk jika menyewa kostumnya terlebih dahulu. Kami memutuskan untuk skip acara kostum-kostuman ini karena anak-anak juga belum memahami juga kesenangan di balik memakai kostum. Padahal ya emak-nya yang sebenarnya ingin sekali mencoba memakai kimono dan hanbok. K-Drama fans alert.

Japan Vibe

Tempat Sewa Kostum

Perahu Replika Rumah Jepang, Tiongkok, dan Korea

Kita bisa menyewa stroller dan sepeda juga di sini. Harga sewa mulai dari Rp 30.000,00. Tetapi saat Baby Al coba didudukkan di stroller malah dese malah menangis. Oalah nduk... ibumu ini ingin bebas selfie saat kau tidur pulas. Memang Baby Al tidak terbiasa memakai stroller. Dia lebih senang digendong seperti koala.

Perahu-perahu Apung Tempat Menjual Makanan



Untuk membeli makanan dan mencoba wahana di perahu apung, kita harus menukarkan koin dan membeli tiket terlebih dahulu. Wahana yang pertama kali kami coba adalah naik perahu atas dasar request Kakak. Ada beberapa pilihan perahu yaitu kano, kayuh, dan mesin. Untuk perahu kano dan kayuh tarif dihargai per perahu. Sedangkan untuk mesin per orang dan minimal 5 orang. Pak Suami sudah langsung menolak naik kano dan kayuh karena siapa lagi yang akan mengeluarkan tenaga, peluh, serta keringat untuk menjalankan perahu? Bunda? Oh tentu saja bukan. Akhirnya kami naik perahu mesin karena dihitung-hitung juga beti sih kami bayar berempat dan atau sekalian menanggung lima orang.


Dari Awal Sampai Keinginannya Satu: Naik Perahu

Dari wilayah perahu apung ini, kita akan naik lagi. Ada Rainbow Garden dan Taman Fauna. Kami putuskan untuk ke Taman Fauna saja karena Rainbow Garden ini mirip dengan Begonia, berupa taman bunga. Bedanya di Rainbow Garden bunga-bunga ditata menyerupai pelangi, ada rumah kaca, dan ada selfie dekat bukit. Anak-anak pasti lebih suka juga bertemu fauna-fauna.



Tidak hanya anak-anak ternyata yang senang di Taman Fauna ini. Saya dan suami excited juga karena bisa berfoto dengan hewan-hewan ganas. Tentunya di bawah pengawasan pelatih hewannya. Hewan ganas yang sudah dilatih dan bisa kita ajak berfoto bersama antara lain burung hantu (saya baru tahu kalau burung hantu makan daging! Dulu saya kira makannya buah. LOL), bayi buaya, bayi komodo, dan ular. Tapi pada akhirnya kami hanya foto dengan burung hantu saja. Dengan yang lain masih hororrrr!

Karnivora: Pemakan Daging
Mengalahkan Diri Sendiri: Berfoto Bersama Hewan "Ganas"


Bisa Dibelai dan Dicium, Asal ada Pelatih Hewannya

MasyaAlloh itu Komedo dan Jerawat
Kakak lalu ingin memberi makan kelinci, jadi kami langsung ke Rumah Kelinci. Kakak khusyuk sekali dalam memberi makan kelinci ini. Dielus-elusnya kelinci sambil memberi mereka wortel. Sampai tidak mau diajak ke tempat berikutnya.

Memberi Makan Kelinci

Naik lagi, kita akan menemukan Kota Mini. Di sini disajikan berbagai miniatur rumah yang didalamnya anak-anak bisa role play beberapa profesi yaitu chef, perawat bayi, petugas salon, dan penyanyi. Ada juga rumah science tempat membuat kreasi dan kostum ala farmer Amerika. Ketika ditanya Kakak ingin jadi chef dan memilih rumah science.

Visi dari Kota Mini
Bagi anak-anak yang tidak kalah seru adalah playground diujung dari Kota Mini ini. Mereka bisa bermain sepuasnya di sana tidak dibatasi waktu. Harap membawa kaos kaki jika ingin bermain di sini. Karena anak dan satu orang tua yang masuk wajib memakai kaos kaki. Disediakan sih di tempat pembelian tiket, tetapi biar hemat kita bisa membawa sendiri dari rumah.

Didalam Kota Mini
Memasak

Menjadi Chef

Rumah Science Membuat Slime
Di dekat Kota Mini, juga ada kolam renang air hangat! Jika ingin berenang dengan air hangat kita bisa sekalian berenang di sini. Kolam renang ini khusus untuk yang berhijab dan disediakan pula baju renang untuk disewakan.

Trampolin di Playground

Bermain Sepuasnya Tetapi Wajib Memakai KAos KAki

Farm House

Rumah Hobbit
Tempat ini juga sudah tersohor seantero negeri. Buktinya adalah tempatnya penuh sesak oleh pengunjung. Asyiknya memang datang ke Farm House saat tidak bertepatan dengan musim liburan. Agar bisa lebih santai menikmati suasananya.

Magnet dari tempat ini adalah bangunan dan nuansa yang khusus dibuat seperti di Eropa. Selain itu kita juga disuguhi dengan Hobbit Town. Jadi kita tidak perlu jauh-jauh pergi New Zealand, sebagai tempat syuting Lord of The Ring. Cukup ke Farm House saja kita sudah bisa menemukan rumah-rumah Hobbit. Sayangnya kami sudah kehabisan energi untuk mengelilingi satu demi satu rumah Hobbit.

Sumur Harapan

Bangunan-bangunan Bergaya Eropa
Disewakan juga kostum-kostum ala Noni Belanda (?). Not sure kostum tersebut khas belanda atau umum di Eropa. Karena Farm House sendiri “wahana” nya campuran beberapa ciri khas dari Belanda, Inggris, dan Irlandia. Itu saja yang saya kenali. Mungkin ada juga khas negara Eropa lain yang saya tidak menyadarinya. Oke, habis ini keliling Eropa agar tahu! Ya kaliiiii....

Suasana Seperti Jalanan Eropa


Biasanya Orang-orang Berfoto Di Sini dengan Kostum
Untuk anak di bawah usia lima tahun mungkin belum semua mengetahui keasyikan sendiri menjumpai nuansa Eropa dan rumah Hobbit. Tetapi jangan khawatir, anak-anak tetap bisa menemukan kegiatan yang menarik untuk mereka. Diantaranya adalah memberi makan domba, kelinci, dan hamster. Anak-anak juga bisa memberi susu kepada anak sapi.

Dirumah Pak Wo sih Setiap Hari Bisa Ngasih Susu Kambing

Memberi Makan Domba

Setiap Domba Diberi Nama


Yang menarik di sini adalah, kita bisa berpapasan dengan domba-domba yang berlarian di jalan-jalan Farm House. Bagi yang tidak familiar dengan binatang tersebut jangan kaget. Tetapi anak-anak justru girang loh! Apalagi mereka bisa mengelus bulu domba yang tebak dan empuk.

Berbagai macam oleh-oleh berupa makanan bisa kita beli di sini. Seperti selai homemade, roti, kue kering, dan kentang goreng yang sepertinya semua distandardkan dengan resep aslinya. Kenapa saya menduga seperti itu? Dari semerbak aroma adonan dan saat makanan-makanan tersebut di masak. Hehe.




Dan tentu saja tak ketinggalan susu murni dari Farm House. Yang namanya susu murni memang beda rasanya. Lebih terasa kelezatannya. Tetapi jangan berikan susu murni untuk anak di bawah dua tahun, karena tidak semua bakteri dimatikan saat pengolahan susu murni. Yang mana bakteri-bakteri itu belum mampu “diterima” anak di bawah dua tahun.

Tempat Lain
Masih ada tempat-tempat lain yang ada di Lembang tapi tidak kami kunjungi. Alasannya? Capek. Hehe. Dan kami pikir pengalaman yang ditawarkan sudah kami dapati di tempat-tempat sebelumnya. Misalnya saja The Ranch, Jendela Alam, kemudian naik lagi ada The Lodge Maribaya, dan Punclut.

Di The Ranch konsepnya mirip dengan Farm House tetapi suasana yang ditawarkan lebih ke ala cowboy Amerika dan ada beberapa perbedaan wahana. Di Jendela Alam katanya anak-anak bisa memetik wortel dan memberi makan hewan ternak. Sedangkan The Lodge Maribaya dan Punclut menawarkan pesona alam pegunungan. Ya secara saya dan Pak Suami asli dari desa yang tidak asing dengan pegunungan jadi kami prioritaskan ke pengalaman yang belum pernah kami jumpai saja. Di tambah anak-anak kami belum pada usia yang sudah bisa mengangumi keindahan alam seperti itu.


Next time lagi ya Lembang! Semoga kami jalan-jalan ke sana lagi dan mengeksplore tempat-tempat yang belum kami kunjungi.

Selanjutnya kami pergi ke sini.
Post Comment
Post a Comment