Top Social

Petualangan Berlibur ke Bandung: Persiapan, Transportasi, dan Hotel

Thursday, January 25, 2018


Suatu saat saya pernah berujar ke Pak Suami: “Yah, kayaknya ke Bandung seru juga ya”. Sebelumnya saya dan anak-anak memang belum pernah ke Bandung, makanya penasaran dan ingin menjelajah. Dari segi lokasi lumayan dekat dan fasilitasnya mendukung bagi yang sudah memiliki anak kecil.

Awal tahun baru 2018 ini Pak Suami tiba-tiba berkata: “Ke Bandung yuk!”. Kebetulan di saat orang-orang libur Natal dan Tahun Baru, kerjaan Pak Suami justru sedang padat-padatnya. Jadi jatah cutinya rencananya di ambil bulan Januari saja. Alhamdulillah cutinya disetujui sehingga liburan ke Bandung dapat terlaksana. Excited!

Di Sepanjang Perjalanan ke Bandung

Barang Bawaan

Sebagai ibu dari dua balita, mempersiapkan barang bawaan memakan waktu tersendiri. Baju, alat mandi, baju renang, minyak telon, kaos kaki, dan jaket adalah barang-barang utama yang wajib di bawa. Karena menurut kabar berita Bandung memiliki hawa dingin. Selama di jalan anak-anak biasanya mengeluh lapar atau haus. Jadi membawa cemilan dan air minum (atau susu) merupakan to do list yang wajib juga.

Dua hal yang lupa kami bawa adalah vitamin dan obat-obatan. Ternyata ini penting sekali untuk dibawa. Kenapa? Pertanyaan ini akan terjawab dengan sendiri di cerita kami ini.

Hasil packing sebelum hari H ternyata perlengkapan saya dan anak harus dibawa dalam satu koper besar. Hal ini ternyata sudah menuai protes terlebih dahulu dari Pak Suami. Mungkin dese malu ya membawa satu koper besar gitu. Sudah kayak turis asing aja mungkin. Pak Suami kemudian minta dibongkar! O...o.. ya oo... ya oo... ya bongkar.

Seperti apa hasil make over-nya?
Barang Bawaan yang Bikin Pak Suami Protes
(tapi terpakai semua)
Tidak banyak berubah sih. Hanya “kemasan” saja yang berbeda. Hasilnya 1 koper medium untuk perlenkapan anak-anak, 1 tas ransel untuk perlengkapan saya dan suami, 1 tas ransel untuk perlengkapan mandi dan cemilan anak-anak, serta 1 baby bag untuk baju dan pospak ganti. Saya juga membawa dua jenis gendongan berupa ergo dan kain jarik. Kain jarik bisa berfungsi sebagai seliput atau pelindung dari panas saat di jalan.

Transport Ke Bandung

Perjalanan PP Tangerang-Bandung kami lalui dengan kereta Argo Parahyangan. Harga tiket mulai dari Rp 80.000,00/ orang.  Kereta ini berangkat dari Gambir dan berhenti di Jatinegara, Bekasi, Purwakarta, Cimahi, dan Bandung. Perjalanan dengan Argo Parahyangan kami rasakan nyaman dengan kerempongan membawa dua balita ini. Kualitas layanan KAI sekarang memang sudah sangat bagus dan tertib. Di kereta difasilitasi dengan pendingin ruangan yang tak tanggung-tanggung di setting dengan suhu di bawah 20 derajat Celcius. Alamak...bule di kursi belakang saya saja langsung mengeluarkan jaket winter nya coba. Apalagi saya yang anak metropolis yang terbiasa dengan kepanasan Jabodetabek.
Berlarian di Lorong Kereta

Dalam perjalanan kita seperti sudah diberikan sneak peek bahwa Bandung menawarkan pengalaman menarik dan menyenangkan. Bagaimana  saya bisa mengatakan demikian? Karena di beberapa titik kita disuguhi pemandangan indah seperti ini:

Scenery Alongside The Train

Breathtaking View Just Like A Painting
Ternyata bukan saya saja yang sigap mengeluarkan kamera untu mengabadikan keindahan alam yang kami jumpai. Bule kursi belakang juga langsung jepret-jepret. Bedanya Pak Bule jepret-nya menggunakan kamera DSLR. Kan jadi pengen loh punya DSLR terus dapat foto-foto bagus ya kan? Ini kok trendsetter-nya bule mulu sih.

Kesan Pertama

Saya sangat merasakan Jogja vibe di Kota Bandung. Ini hanya perasaan subjektif saya loh yaa... Apa yang membuat saya merasa seperti itu? Karena di sepanjang jalan kita sama-sama menemukan bangunan-bangunan yang merupakan peninggalan zaman Belanda. Bangunan-bangunan tersebut masih ada yang digunakan sebagai tempat tinggal. Tetapi ada juga yang berubah menjadi perkantoran, tempat makan, toko, atau tempat usaha lainnya. Sama banget dengan di Jogja kan! Suasana artistik dan sarat akan kreativitas pun bisa sama-sama kita temukan di kedua kota tersebut.

Saya jadi merasa menemukan rumah “ketiga” di Bandung ini. Bedanya hawa di Bandung ini dingin dan kontrur datarannya seperti perbukitan. Jadi meski kita di dalam kota, kita bisa kerap menemukan jalan naik turun.

Tempat Menginap

Selama jalan-jalan di Bandung, kami menginap dua malam di Lembang dan satu malam di kawasan Cihampelas.

Saat di Lembang kami menginap di Hotel Pesona Bamboe. Letaknya tepat di depan Polres Lembang. Konon menurut cerita dari tetangga kami yang orang Bandung asli, hotel tersebut luluh lantak karena gempa. Setelah itu dibangun habis-habisan menjadi sangat cantik jelita. Tidak ada bekas yang menunjukkan bahwa bangunan ini pernah dihancurkan gempa. Saya jadi memahami mengapa di tiap bagian hotel ini dipasang cara dan lajur evakuasi ketika gempa datang.


Lobby Hotel

Pintu Masuk Lobby

Asri Penuh dengan Bunga
Tempat-tempat untuk hang out atau makan
Sangat senang dengan suasana hotel ini. Asri penuh dengan bunga dan artistik bangunannya. Jangan mencari AC ya wahai anak gaul Jabodetabek. Kita tidak perlu AC saat di Lembang. Karena begtu menginjakkan kaki tanpa alas di lantainya sudah kedinginan kita. Pada malam pertama menginap, hidung Kakak sudah mampet. Jadi minyak telon atau pelega pernafasan bagi yang sensitif sangat perlu untuk dibawa.

Saat breakfast kita bisa menyantap makanan sambil memandangi indahnya pemandangan sekitar, karena tempat breakfast sengaja diletakkan di lantai dua. Unfortunately¸food is not its best department I say. Tapi sudah cukup standard lah jika variasinya. Mulai dari lokal hingga western.

Breakfast
Breakfast Sambil Menikmati Pemandangan Sekitar
Hotel ini juga difasilitasi dengan kolam renang. Sayangnya kolamnya tidak dilengkapi dengan air hangat jadi ya kalau mau renang konsekuensinya berdingin-dingin ria. Mana Pak Suami langsung mengajak anak-anak berenang. Akibatnya anak-anak langsung menggigil kedinginan. Apalagi dengan cuaca di Lembang yang dingin maknyus dan disertai dengan angin kencang, semakin membuat hawa dingin menusuk ke tulang.

Kolam Renang di Tengah Hotel
Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk membawa vitamin dan obat-obatan yang biasa dikonsumsi saat sakit sebagai tindakan preventif. Kalau saya sendiri menyarankan minimal membawa vitamin C atau vitamin kesehatan khusus untuk anak, penurun panas (terutama untuk anak), pribiotik (kalau kami biasa pakai Lacto-b) untuk mengatasai gangguan pencernaan, obat batuk, dan obat pilek.


Saat di Cihampelas kami menginap di Hotel Promenade. Kelas hotel ini masih di bawah Pesona Bamboe. Tapi lumayan lah untuk tempat menginap, mandi, dan istirahat. Karena sebagian besar waktu kami habiskan dengan jalan-jalan. Hotel ini juga sangat strategis. Dekat sekali dengan CiWalk, Teras Cihampelas, dan kawasan wisata lain.

Hotel Promenade
Untuk cerita kami selanjutnya bisa dibaca di sini.
Post Comment
Post a Comment