Top Social

Hamparan Bunga Matahari di Taman Dewari

Wednesday, February 21, 2018
Maraknya media sosial ternyata memiliki dampak pada dunia wisata dan kegiatan travel (jalan-jalan). Suatu tempat dapat menjadi magnet bagi pengunjung jika memiliki keindahan atau keunikan yang dianggap instagramable. Tak hanya pengunjung yang gemar swafoto (selfie) yang terfasilitasi, tetapi juga para pecinta fotografi ikut dimanjakan dengan spot-spot yang sayang jika tidak diabadikan lewat lensa kamera mereka. Hal ini juga lah yang memantik ide dari suami istri Beta Zanial Amirin dan Pramudita Tungga Dewi.

Berawal dari hobi berburu foto ketika sedang libur, pasangan ini kemudian memutuskan untuk membuat sebuah tempat kepunyaan mereka sendiri yang bisa dijadikan lokasi foto yang menarik. Dengan bahu-membahu dan saling support akhirnya lahirlah TamanDewari. Berlokasi di Desa Baturono, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Taman Dewari merupakan hamparan ladang bunga matahari yang indah. Bunga matahari dipilih karena kecantikan dan batangnya yang kokoh, sehingga diharapkan mampu bertahan dalam jangka waktu lama. Kelebihan lain dari bunga ini juga dapat tumbuh setinggi orang dewasa.

Ladang Bunga Matahari
(Foto oleh Beta Zanial Amirin)
Tak ingin keindahan ladang tersebut dinikmati sendiri, Taman Dewari dibuka untuk masyarakat luas. Bukan hanya sebagai tempat untuk berfoto saja, taman ini diharapkan juga dapat menjadi tempat refreshing bagi yang berkunjung ke sana. “Kami berharap dengan adanya Taman Dewari maka semakin bertambah destinasi wisata di Jawa Tengah dengan biaya yang sangat terjangkau” ungkap ibu muda yang akrab disapa Dita ini. Harga tiket masuk yang dikenakan memang tidak mahal hanya seharga Rp 5.000,00 dengan biaya parkir sebesar Rp 2.000,00.

Pemilihan lokasi di Desa Baturono sendiri juga bukan tanpa alasan. Besar di Desa Baturono yang memiliki sumber daya alam yang asri, Beta ingin ikut berkontribusi meningkatkan perekonomian warga sekitar. Sejak awal perintisan Taman Dewari pada Oktober 2017, semua yang dilibatkan dalam penggarapannya adalah penduduk Desa Baturono.

Merintis dari Awal
(Foto oleh Beta Zanial Amirin)

Foto-foto berlatar belakang Taman Dewari sudah banyak mengisi feeds sosial media. Antusiasme yang besar juga tampak dari jumlah pengunjung yang datang setiap harinya ke Taman Dewari. Bahkan ada yang rela menempuh perjalanan panjang dari luar kota demi memenuhi rasa penasaran akan keindahan taman ini. Beta dan Dita sangat bersyukur atas respon positif dari masyarakat, tetapi mereka tidak ingin cepat puas di titik tersebut. Mereka berharap Taman Dewari bisa semakin berkembang.
Kini Menjadi Tempat yang Instagramable
(Foto oleh Beta Zanial Amirin)
“Rencana jangka panjang tentu ada. Kami ingin mengoptimalkan potensi sumber saya alam Desa Baturono dengan lebih optimal. Caranya antara lain dengan memperluas area taman dan menambah ladang bunga. Ladangnya tidak hanya ladang bunga matahari, kami berencana untuk membuat ladang-ladang baru dengan jenis bunga berbeda” tukas pasangan ini saat ditanya tentang rencana Taman Dewari ke depan.

Berbunga....Merekah....dan Terus Berkembang
(Foto oleh Beta Zanial Amirin)
Penambahan fasilitas yang dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung pun sudah dipikirkan. “Fasilitas yang direncanakan akan ditambah antara lain mushola, toilet, lahan parkir yang memadai, dan area kuliner” jelas Dita yang juga menekuni usaha di bidang kuliner bernama Risol Famire. Rencana pengembangan ini pun tidak berdasar menambah keuntungan pribadi saja, tetapi kesejahteraan masyarakat sekitar.  

“Jika pengembangan Taman Dewari bisa optimal, kami berharap bisa menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kesejahteraan warga sekitar” jelas keduanya.

"Ikutlah Menjagaku"
(Foto oleh Beta Zanial Amirin)
Pasangan ini pun berpesan agar para pengunjung yang berwisata ke Taman Dewari ikut menjaga kebersihan area taman dan lingkungan sekitar. Pengunjung sangat dihimbau untuk juga menjaga tanaman dengan berhati-hati saat melintas atau berfoto diantara tanaman.
1 comment on "Hamparan Bunga Matahari di Taman Dewari"