Top Social

Tidak Ada Lagi Momentum yang Terlewatkan dengan Nokia 2

Saturday, March 3, 2018

Sekitar tahun 2009 saat awal mula smartphone mulai dikenal oleh publik, saya berkata kepada sahabat saya: “Aku tidak mau beli smartphone!”.

Ditanya balik alasan yang mendasari pernyataan tersebut, saya menjawab bahwa saya sudah merasa cukup dengan telepon genggam yang sudah menemani sepanjang tujuh tahun lamanya. Cukup SMS dan telepon. No kamera, no internet, no problem!

Pada 2012 yaitu tiga tahun berlalu sejak saya mengeluarkan pernyataan tersebut, smartphone makin menjadi gadget wajib. Hampir semua orang yang “melek” teknologi mempunyainya. Bagaimana dengan saya?

Nokia 3315 HP lama pemberian Ibu, sekarang berada di rumah Jogja (Foto diambil dari sini)
Tahun itu saya masih disibukkan dengan aktivitas di bangku kuliah. Pada suatu sore selepas mengerjakan tugas di kampus, saya memperhatikan sahabat saya itu sedang sibuk mencari “colokan” charger untuk smartphone miliknya. Seketika saya berujar padanya, mengulang pernyataan yang sama: “Aku tidak mau beli smartphone!”.

“Apa-apaan sih ini anak” guratan ekspresi di wajahnya menyiratkan pertanyaan tersebut. Kali itu saya menjawab bahwa smartphone baterainya cepat habis. Sering saya melihat pemakai smartphone “direpotkan” dengan aktifitas harus mengisi baterai. Asyik sih, kita bisa memasang banyak aplikasi dan menikmatinya. Tetapi keasyikan tersebut harus terhenti saat baterai habis. Belum lagi jika handphone mati disaat yang genting. Justru jadi menyusahkan kan?

Tidak lama berselang, saya harus dihadapkan pada kondisi yang membuat saya memakan kata-kata sendiri.......

Handphone saya rusak! Alamak.....kesetiaan terhadap telepon genggam jadul tersebut harus berakhir. Akhirnya saya takluk juga dengan godaan dari sahabat saya untuk membeli smartphone. Saat itu tidak hanya media sosial yang ramai digunakan, tetapi juga aplikasi yang mengakomodasi group chat pun bermunculan satu per satu. Tidak hanya ketinggalan informasi, tetapi bisa kehilangan peluang-peluang yang ada.

When you realize your favourite phone is broken (Foto dari sini)
Seiring dengan pengalaman memakai smartphone dan perkembangan teknologi informasi, saya menemukan sisi lain dari smartphone yaitu investasi. Tidak seperti investasi dalam bentuk barang yang dapat dijual kembali, tetapi dari segi “Apa yang bisa kita dapatkan dari memakai smartphone?”.    

Saya menyadari bahwa aktivitas yang tampak biasa seperti bermedia sosial, chatting, mengambil foto, mengunggah status, mengunggah video, dan berselancar di dunia maya dapat memberikan banyak hal positif. Apalagi setelah saya menekuni dunia blog. Terasa benar bahwa smartphone bukan hanya sekedar sebuah kotak kecil yang menghubungkan kita dengan orang lain. Wawasan, pengetahuan, dan keterampilan dapat berkembang melalui aktivitas lewat smartphone. Apa yang kita dapatkan bergantung pada apa saja yang kita lakukan dengan gadget tersebut. 

Blogging = share, educate, connect, and self-actualize
Foto dari sini
Dengan kotak kecil tersebut kita bisa menyuarakan diri kita pada dunia. Tidak sedikit pula yang menemukan, menekuni, dan mengembangkan passion bermula dari sana. Bahkan semakin banyak yang mengembangkan profesi dan mendapatkan penghasilan lewat smartphone.

Hubungan antara saya dan smartphone tidak selalu mulus. Kata-kata yang pernah saya ucapkan ternyata saya jumpai juga “tuah”nya. Tuah apa itu?

Sejak memakai smartphone saya justru lebih sering berganti handphone. Terhitung saya sudah tiga kali berganti handphone dalam kurun waktu enam tahun. Bandingkan dengan satu handphone jadul yang bisa bertahan selama delapan tahun lebih.

Masalahnya sama, yaitu baterai! Awalnya hanya butuh satu kali pengisian sehari. Lama-lama sehari dua kali, tiga kali, empat kali, kemudian menjadi berkali-kali hingga tak terhitung. Bahkan pernah salah satu smartphone saya hanya bisa hidup saat dihubungkan dengan charger!

Baterai kritis di saat yang tidak tepat (Foto dari sini)
Kekesalan saya tidak berhenti sampai di situ. Ketika baterai sudah bermasalah, baterai cepat sekali habis dan tiba-tiba mati sendiri. Sebagai seorang yang beraspirasi untuk menjadi blogger, tentu hal ini sangat mengganggu. Karena ide menulis atau kesempatan menangkap momen untuk diabadikan ke dalam sebuah foto, bisa datang tiba-tiba juga. Tanpa terduga! Kala momentum untuk menangkap ide atau foto itu muncul, tetapi baterai “sekarat” itu seperti bahagia melihat daging rendang di piring kita, setelah digigit ternyata lengkuas. Rasanya kesal tapi apa daya harus bersabar mencari rendang lainnya alias momentum berikutnya.

Jangan ada lengkuas diantara kita (Foto dari sini)
Pernah suatu kali saat jalan-jalan ke Bandung, sudah membayangkan akan mendapatkan foto-foto bagus untuk melengkapi artikel di blog. Harapan saya hampir saja tidak terwujud karena masalah baterai. Beruntung masih ada handphone Pak Suami yang bisa dipinjam. Meski masih bisa mengambil foto, sampai sekarang rasanya masih sangat menyayangkan. Karena banyak sekali momen yang mungkin hanya once in a lifetime tidak berhasil tertangkap kamera. Momen yang terjadi sepersekian detik yang tidak dapat diulang kembali.

Belajar dari pengalaman tersebut, standard yang saya patok ketika akan membeli handphone baru berikutnya tidaklah muluk-muluk. Prioritas utama adalah keawetan baterai, kemudian kinerja Android mumpuni dan kamera yang bagus. Ternyata menemukan smartphone dengan spesifikasi demikian cukup sulit. Karena handphone berbasis Android tentu memiliki sekian banyak proses kerja yang memakan daya yang besar.

Oleh karena itu, saat mendengar kemunculan Nokia 2 yang menawarkan keunggulan berupa ketahanan baterai, saya merasa penasaran dan excited. Karena tak tanggung-tanggung: baterainya mampu bertahan hingga 2 hari! Mupeng? Banget!

Baterai tahan lama, gambar tajam, dan berbasis Android mumpuni
(Foto dari sini)
Meski tahan dipakai hingga 2 hari dengan hanya sekali pengisian baterai, bukan berarti dengan menggunakan Nokia 2 lantas penggunanya kembali seperti memakaipra-smartphone”. Kita tetap bisa mendapatkan tampilan layar LCD LTPS yang tajam, responsif, dan terang, serta sistem berbasis AndroidTM Nougat 7.1.1 OS yang mumpuni, aman, dan terkini. Pengguna tetap dimanjakan dengan kualitas gambar dan teknologi AndroidTM terdepan. Bedanya, kualitas dan kinerja optimal tersebut bekerja dengan lebih sedikit daya.

Sistem yang membuat kinerja Nokia 2 tidak memakan banyak daya
(Foto dari sini)
Bagaimana bisa? Nokia 2 yang memakai baterai 4100 mAh ini menggunakan sistem prosesor quad-core Qualcom® SnapdragonTM yang memungkinkan penghematan daya terjadi.

Hanya dari bahan premium yang membuat Nokia 2 awet
(Foto dari sini)
Kualitas premium lainnya yang didapatkan adalah body dari Nokia 2 dibuat dari perpaduan aluminium, Corning® Gorilla® Glass, dan polikarbonat. Kenapa perpaduan bahan tersebut disebut premium? Tidak lain tidak bukan karena daya tahan tinggi yang dihasilkan.

Kamera belakang 8 MP  dan depan 5 MP
(Foto dari sini)
Kelebihan-kelebihan Nokia 2 tersebut juga dilengkapi dengan kamera belakang 8 MP yang autofocus dan kamera depan 5 MP. Berdasar pengalaman selama ini, kamera dengan spesifikasi tersebut sudah adekuat untuk mendapatkan hasil foto yang cukup bagus.

Dengan kelebihan-kelebihan tersebut rasanya kita tidak perlu khawatir lagi. Pastikan mengisi baterai dengan benar maka kita bisa leluasa melakukan hal-hal penting atau yang menunjang minat kita. Tidak ada lagi momen foto yang terlewatkan, tidak ada lagi ide yang tertunda untuk dituangkan, dan tidak ada lagi hasil karya yang terlambat untuk disebarluaskan. Kita bisa lakukan lebih banyak hal dengan Nokia 2 tanpa khawatir!

7 comments on "Tidak Ada Lagi Momentum yang Terlewatkan dengan Nokia 2"
  1. Wah saya jg dl pengguna setia nokia... Penasaran sm nokia 2 ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya pun penasaran sekali mbak :)

      Delete
  2. Wah keren banget yah, baterainya bisa tahan 2 harian gitu, padahal harganya cuma 1.5 jt - by kangamir dot kom

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya betul Kang, harganya sekitar segitu

      Delete
  3. Nokia 2 seperti comeback yang manis dari nokia, build quality sama baterainya kece abis

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul Mas, apalagi skrg berbasis android yang lbh familiar utk pengguna spt saya

      Delete
  4. Bisa gue bilang kalau Nokia 2 ini hanya diciptakan hanya untuk optimalisasi baterai, karena semua hardwarenya diseleksi dengan amat teliti dan efisien, biar kapasitas baterainya yang gede bisa benar-benar menunjukkan kehebatannya. Bagus banget dah Nokia 2 ini, benar-benar membuat kita bisa melakukan banyak hal. Artikelnya bagus, dan gue suka banget. Kunjungan balik ya ke bit.ly/NokiakinidenganAndroid untuk saling berbagi informasi mengenai Nokia 2. Terima kasih.

    ReplyDelete